JAKARTA — PT Bank KEB Hana Indonesia atau Hana Bank membukukan laba bersih sebesar Rp360,75 miliar hingga paruh pertama 2026. Pencapaian itu naik 9,21% secara tahunan (year on year/YoY) dari kurun waktu yang serupa tahun lalu yakni Rp330,33 miliar.
Dalam laporan keuangan yang diumumkan, perolehan laba Hana Bank pada masa ini dipicu oleh pendapatan komisi yang menggapai Rp91,06 miliar, melesat 9,65% YoY dari posisi Juni 2025 sebesar Rp83,05 miliar. Pendapatan lain-lain pun naik sebesar 10,27% YoY menjadi Rp45,93 miliar dari Rp41,65 miliar pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kredit ikut menjadi penggerak kinerja korporasi. Pada paruh pertama 2026, penyaluran kredit Hana Bank mencapai Rp43,23 triliun atau menaik 8,81% YoY. Seirama dengan ekspansi kredit, total aset pun naik 8,54% YoY menjadi Rp56,58 triliun.
Kinerja intermediasi itu ditopang oleh pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp27,77 triliun pada paruh pertama 2026. Hal tersebut sejalan dengan strategi korporasi untuk membesarkan dana murah (Current Account and Savings Account/CASA) yang mencakup tabungan serta giro demi merawat efisiensi cost of fund.
Kualitas kredit Hana Bank senantiasa terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) senilai 0,68%, membaik dari 0,73% pada kurun waktu yang serupa tahun sebelumnya serta lebih kecil daripada NPL perbankan paruh pertama 2026 yang sebesar 2,09%.
Sementara itu, ketahanan modal tercermin solid, terlihat dari Capital Adequacy Ratio (CAR) senilai 25,78%, yang memperlihatkan masih tersedia ruang bagi perluasan bisnis berkelanjutan.
Direktur Utama Hana Bank Yung Ryul Ko mengutarakan, Hana Bank optimistis sanggup menggapai target hingga penghujung 2026 di tengah beragam rintangan.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan perkembangan situasi ekonomi, sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Yung Ryul Ko dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).