Kemenko IPK Sebut Ada Kajian Awal Perpanjangan Kereta Cepat Surabaya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:18:01 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK). (Foto: NET)

JAKARTA Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) menyatakan bahwa telah terdapat tahap studi pendahuluan mengenai rencana ekstensi jalur kereta berkecepatan tinggi dari wilayah Bandung sampai ke Surabaya.

"Ada kajian awal banget ya, awal pokoknya," ujar Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK Djoko Hartoyo kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pejabat terkait menuturkan bahwa studi pendahuluan tersebut di antaranya mencakup penelaahan terhadap pilihan tiga alternatif jalur atau trase untuk kelanjutan rute dari Bandung menuju Surabaya.

Berdasarkan penjelasannya, tahap telaah permulaan ini bisa difungsikan sebagai masukan guna melaksanakan peninjauan lanjutan berkenaan dengan ekstensi kereta cepat mulai dari Bandung sampai Surabaya.

"Jadi bahan, jadi bahan untuk kajian berikutnya sekaligus menentukan lewat mana ini," katanya.

Sebagai catatan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengemukakan bahwa penataan ulang finansial Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung (KCJB) bakal menjadi patokan utama sebelum pihak berwenang menetapkan kelanjutan rute menuju Surabaya hingga Banyuwangi.

Pimpinan tertinggi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub menerangkan bahwa kebijakan tersebut selaras dengan instruksi pimpinan kementerian koordinator terkait selaku pimpinan tertinggi komite penghubung transportasi cepat.

Pejabat bersangkutan menegaskan bahwa keluaran dari penataan ulang keuangan tersebut bakal berfungsi sebagai instrumen ukur bagi pemerintah manakala menilai tingkat kelayakan ekstensi trayek Kereta Cepat Whoosh sampai ke Surabaya, bahkan menjangkau Banyuwangi.

Pada waktu sebelumnya, pimpinan kementerian bidang infrastruktur tersebut sempat mengutarakan bahwa kesinambungan program kereta cepat Whoosh sampai wilayah Jawa Timur dikerjakan secara bersamaan sembari menanti penataan ulang finansial korporasi pengelola lintasan.

Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya sudah melangsungkan pertemuan bersama pihak pengelola keuangan negara serta badan investasi nasional berkenaan dengan rencana operasional Whoosh sampai wilayah Banyuwangi.

Menurut pandangannya, tatkala memperluas program lanjutan moda transportasi tersebut, pihak eksekutif bakal menjamin agar proses pembenahan finansial korporasi pengelola tetap berjalan semestinya.

Penataan ulang pendanaan korporasi tersebut memegang peranan krusial sebab bakal berdampak langsung pada kerangka acuan pembangunan jangka panjang moda Whoosh sampai ke kawasan Jawa Timur.

Kepala Negara Republik Indonesia memutuskan membentuk dewan khusus pengawas jalur cepat relasi ibu kota dan wilayah parahyangan dengan menetapkan figur terkait sebagai pimpinan komite khusus tersebut.

Pengangkatan jabatan itu didasarkan pada ketentuan regulasi hukum tertinggi nasional berupa aturan presiden yang mengatur perubahan atas ketentuan percepatan penyediaan fasilitas pendukung moda transportasi kilat relasi ibu kota menuju Bandung.

Terkini