BMKG Minta Petani Sesuaikan Pola Tanam

Selasa, 04 Agustus 2026 | 03:21:31 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggarisbawahi urgensi pengaturan kembali jadwal bercocok tanam di daerah terdampak El Nino demi mengeliminasi ancaman puso akibat menyusutnya volume air hujan sepanjang musim kemarau.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa kawasan yang wajib mendapat prioritas pengawasan ialah area di sebelah selatan garis khatulistiwa dengan kerentanan pengaruh El Nino yang jauh lebih tinggi, mencakup Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, kawasan selatan Sumatera, hingga wilayah selatan Papua.

"Di sana memang kami harus menyesuaikan untuk memulai periode tanam. Apakah akan dipercepat supaya pada saat mendekati panen itu ketika masuk kemarau tidak mempengaruhi hasil panennya," ucap Teuku seusai mengikuti Dialog Nasional tentang Dampak El Nino di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut dia, modifikasi jadwal bercocok tanam ini wajib diterapkan mengingat fase kemarau yang berjalan lebih panjang serta kering berisiko merusak hasil sektor agraris.

"Yang kami takutkan adalah ketika terjadi gagal panen atau masyarakat enggan menanam karena menghadapi El Nino ini," tuturnya.

Di samping penjadwalan ulang masa tanam, pihak BMKG turut memotivasi pemanfaatan jenis benih tanaman yang lebih resisten terhadap iklim kering sepanjang fase El Nino berlangsung.

Teuku mengungkapkan bahwa institusinya secara konsisten menyuplai pendampingan teknis kepada instansi dinas pertanian serta para petani lewat program Sekolah Lapang Iklim demi mendongkrak kapasitas pemahaman terkait teknik budidaya yang adaptif terhadap anomali cuaca.

Ia menambahkan, keterlibatan petugas penyuluh pertanian lapangan pun dimaksimalkan dalam program tersebut guna memperkokoh ketahanan sektor pangan nasional menghadapi pergeseran iklim.

Lebih lanjut, Teuku menerangkan bahwa manifestasi El Nino dipastikan tidak berdampak seragam di seluruh teritorial tanah air.

Ia menilai, kendati fenomena El Nino mutakhir telah menyentuh fase kuat serta menyimpan potensi menguat drastis, intensitas dampaknya tetap dipengaruhi oleh fluktuasi atmosfer serta temperatur permukaan laut lokal.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto memaparkan bahwa penurunan intensitas hujan akibat El Nino turut memicu merosotnya volume suplai air pada bendungan-bendungan yang diandalkan untuk sektor irigasi pertanian, pemenuhan air bersih, sampai operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Sebagai langkah preventif, Tri mengemukakan bahwa pihak BMKG bersama instansi terkait telah menggerakkan operasi modifikasi cuaca guna mendongkrak debit air di berbagai waduk utama.

Ia menjelaskan pula bahwa teknik rekayasa cuaca tersebut dijalankan sebagai strategi pencegahan kebakaran hutan serta lahan lewat upaya mempertahankan kadar air pada ekosistem gambut agar terhindar dari kerentanan terbakar.

Pihak BMKG melaporkan bahwa fenomena El Nino yang mulai aktif sejak Juni 2026 kini berada pada fase kuat serta masih berpeluang meningkat menjadi level sangat kuat. Kendati demikian, situasi tersebut tidak mengindikasikan bahwa seluruh wilayah Indonesia akan terus-menerus mengalami musim kemarau sepanjang siklus El Nino.

Intensitas curah hujan pada rentang Agustus sampai September 2026 diprediksi berada pada level rendah hingga ekstrem rendah, sehingga eskalasi ancaman kekeringan kian meningkat di sejumlah daerah.

Di sisi lain, fase transisi musim penghujan diestimasikan mulai bergulir pada pertengahan Oktober 2026 sehingga cengkeraman dampak El Nino terhadap karakteristik curah hujan nasional diprediksi berangsur melemah.

Terkini

Realisasi Anggaran MBG 2026 Tembus Rp101,1 Triliun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:26:01 WIB

Atasi Pemadaman, Prabowo Instruksikan Bahlil Koordinasi PLN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:16:31 WIB

Pemerintah Perkuat Irigasi Antisipasi El Nino 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:13:31 WIB

Tiga Lokasi Lahan Kota Satelit Baru Mulai Disurvei Investor

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:09:01 WIB