Pendapatan dan Laba Tol META Tumbuh Positif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:37:02 WIB
Laba Tol META Naik Didukung Kenaikan Trafik [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META), emiten tol di bawah naungan Grup Salim, berhasil membukukan kenaikan kontribusi laba dari bisnis jalan jalan bebas hambatan tersebut pada paruh pertama tahun 2026. Capaian positif ini didorong oleh peningkatan volume kendaraan serta pertumbuhan laba bersih dari PT Margautama Nusantara (MUN) Group selaku entitas asosiasi penopang profitabilitas perseroan.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total volume lalu lintas MUN Group mengalami kenaikan sebesar 5,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Tren peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan volume lalu lintas harian rata-rata pada Jalan Tol BSD sebesar 5,6% YoY serta Jalan Tol Makassar yang naik 6,2% YoY.

Seiring dengan kenaikan trafik mobilitas tersebut, MUN Group mencatatkan pendapatan senilai Rp424,1 miliar atau tumbuh 7,3% apabila dibandingkan dengan periode serupa pada tahun lalu. Di sisi lain, perolehan laba bersih MUN turut melesat 12% YoY berkat adanya perbaikan kinerja operasional serta penurunan beban bunga yang ditanggung.

Dampak positif dari capaian tersebut terlihat jelas pada laporan keuangan konsolidasi Nusantara Infrastructure. Perseroan mencatatkan pos share in net profit of associates mencapai Rp55,1 miliar pada semester I/2026, yang menunjukkan kenaikan 12% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan laba ini bersumber utama dari kontribusi strategis MUN sebagai salah satu portofolio jalan tol milik perseroan.

Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure, Indah D.P. Pertiwi, menyatakan bahwa lini bisnis jalan tol masih menunjukkan ketahanan serta kemampuan untuk terus bertumbuh di tengah berbagai tantangan sektor transportasi dan infrastruktur.

"Di tengah dinamika biaya mobilitas, kami melihat kinerja bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan laba dari operasional dan net income MUN Group mencerminkan upaya kami dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah," ujarnya dalam keterangan resmi pada hari Jumat (31/7/2026).

Menurut Indah, pihak perseroan berkomitmen penuh untuk konsisten menjaga standar kualitas layanan serta menggenjot efisiensi operasional demi memberikan nilai tambah optimal bagi para pengguna jalan maupun seluruh pemangku kepentingan.

Selain ditopang oleh kinerja gemilang dari entitas asosiasinya, Nusantara Infrastructure juga berhasil memperkuat struktur neraca keuangannya. Jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025 lalu, total ekuitas perseroan tercatat meningkat 0,2%, sementara jumlah liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 8,5%. Perseroan juga membukukan pengeluaran kas bersih (net cash spending) yang lebih rendah sembari tetap memastikan kebutuhan pendanaan operasional terpenuhi dengan baik.

Memasuki bulan April 2026, Nusantara Infrastructure turut menetapkan pembagian dividen senilai total Rp45,4 miliar yang proses realisasi pembayarannya telah rampung sepenuhnya pada bulan Juni 2026.

Di luar lini bisnis jalan tol, perseroan secara konsisten terus memperluas serta mengembangkan sektor usaha pengelolaan air bersih dan energi terbarukan. Pada segmen air bersih, volume penjualan PT Sarana Tirta Cipta Kencana (SCTK) bertumbuh sebesar 3,9% YoY yang ditopang oleh penambahan pelanggan baru serta perluasan cakupan layanan ke kawasan-kawasan industri anyar.

Kendati demikian, volume penjualan pada segmen energi terbarukan justru mengalami koreksi sebesar 16,4% YoY. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh kendala keterbatasan pasokan bahan baku (feedstock) pada fasilitas Refuse Derived Fuel Power Plant (RPSL), yang hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri bagi industri pengolahan sampah menjadi energi.

Indah menambahkan bahwa perseroan akan terus memaksimalkan potensi seluruh portofolio bisnis yang dimiliki melalui peningkatan efisiensi operasional, penjagaan kualitas layanan, serta penerapan manajemen risiko yang berhati-hati (prudent) demi mengawal pertumbuhan jangka panjang.

"Perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja seluruh portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, serta menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

Terkini

Nasirun Tutup Usia, Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:01:01 WIB

Kaki Sering Kram saat Tidur? Ini Penyebab dan Solusinya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:56:31 WIB

Tips Mudah Usir Bau Tak Sedap di Kulkas Pakai Bahan Dapur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:51:32 WIB

Efisiensi Biaya Kerek Laba Grup Saratoga MPMX 23%

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:46:36 WIB