Perkuat Transformasi Digital, Kemkomdigi Lantik Pejabat Baru

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:00:01 WIB
Kemkomdigi Lantik Pejabat Baru Demi Perkuat Layanan Digital [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan pelantikan terhadap sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebagai langkah konsolidasi organisasi demi menggenjot akselerasi transformasi digital serta mendongkrak kualitas pelayanan publik berbasis digital yang menghadirkan dampak langsung di tengah masyarakat.

Melalui penempatan figur-figur pada posisi strategis tersebut, Kemkomdigi bertekad untuk menghadirkan sistem pelayanan birokrasi yang kian praktis dijangkau, terbuka, serta memberikan faedah nyata bagi warga negara yang memanfaatkannya.

"Pejabat yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan di Komdigi semakin baik. Ukurannya bukan hanya program berjalan, tetapi bagaimana masyarakat merasakan layanan yang lebih mudah, proses yang lebih cepat, dan manfaat yang lebih nyata," ujar Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail di Jakarta, Rabu.

Ismail menyampaikan bahwa agenda transformasi digital nasional hakikatnya tidak sekadar berfokus pada aspek pembangunan infrastruktur teknologi semata, melainkan juga bagaimana instansi pemerintah mampu menyuguhkan pengalaman layanan yang jauh lebih simpel melalui adopsi teknologi demi memberikan kepastian bagi masyarakat luas.

Seluruh bidang yang berada di bawah naungan portofolio Kemkomdigi, mulai dari sektor telekomunikasi, penyiaran, pos, hingga ekosistem digital secara keseluruhan, menurut Ismail, menuntut penerapan sistem tata kelola yang adaptif supaya ke depannya setiap tahapan pelayanan publik dapat berjalan secara optimal dan efisien.

Oleh karena itu, jajaran pimpinan yang baru saja mengemban amanah tersebut diharapkan mampu menjadikan teknologi sebagai instrumen pemecahan masalah dalam melayani masyarakat guna mewujudkan visi transformasi digital yang dicita-citakan.

"Kami ingin masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan kepastian. Mereka harus mengetahui proses pengajuan sudah sampai di mana, apa kendalanya, dan bagaimana penyelesaiannya. Teknologi harus membantu menghadirkan pelayanan yang cepat dan transparan," katanya.

Ia mencontohkan bahwa salah satu teknologi yang bisa dioptimalkan penerapannya pada masa sekarang adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Kehadiran teknologi AI dalam ruang lingkup layanan publik dipandang Ismail bukan sekadar langkah ikut-ikutan tren semata, melainkan sarana krusial untuk mendongkrak efisiensi alur kerja serta menaikkan tingkat ketepatan layanan.

"Kami tidak membangun AI hanya untuk mengikuti tren. Kami harus memastikan teknologi ini memberikan manfaat nyata, baik untuk pelayanan publik, industri, maupun masyarakat luas," ujar Ismail.

Di samping fokus pada peningkatan mutu pelayanan publik, Ismail turut menggarisbawahi urgensi pembentukan ekosistem digital yang inklusif dengan merangkul sinergi dari berbagai elemen, mulai dari instansi pemerintah, pelaku industri, institusi pendidikan tinggi, hingga unsur masyarakat.

Indonesia dituntut untuk bertransformasi menjadi bangsa yang handal dalam mengoptimalkan teknologi guna menaklukkan pelbagai tantangan zaman, alih-alih sekadar berposisi sebagai konsumen produk teknologi belaka.

"Peran kami adalah menjadi orkestrator yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi, Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang kuat dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.

Dalam momen pelantikan tersebut, Ismail secara resmi melantik Gunawan Hutagalung sebagai Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Ayu Nindya sebagai Direktur Tata Kelola Ekosistem Digital, Rina M. sebagai Sekretaris Komisi Penyiaran Indonesia, Umri sebagai Direktur Pos dan Penyiaran, serta Said Mirza Pahlevi sebagai Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru.

Ismail menaruh harapan besar agar para pejabat yang baru dikukuhkan tersebut sanggup melahirkan berbagai gagasan inovatif serta langkah terobosan baru sehingga jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital semakin tanggap terhadap dinamika kebutuhan publik.

"Jabatan ini adalah amanah untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin setiap kebijakan dan program Komdigi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutup Ismail.

Terkini