Pengembangan Budidaya Ikan di 40 Ribu Desa Tematik Dipercepat

Rabu, 22 Juli 2026 | 21:02:01 WIB
KKP Percepat Pengembangan Budi Daya Ikan di 40 Ribu Desa Tematik [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akselerasi pengembangan budi daya ikan pada 40 ribu desa tematik yang mulai dijalankan tahun ini guna mengokohkan swasembada protein, mendongkrak produksi, serta memacu ekspor nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengutarakan bahwa program tersebut mulai diimplementasikan seiring kesiapan anggaran pemerintah, sementara eksekusi di lapangan telah diawali lewat sinkronisasi lintas sektoral sebagai dasar percepatan pembangunan budi daya ikan tanah air.

"Tahun ini mulai, pokoknya anggarannya sudah ada kami langsung mulai," ujar Tb Rahayu saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dia mengemukakan bahwa penerapan program tidak menanti seluruh tahapan rampung sebab proses komunikasi dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dinas terkait, Kementerian Desa, serta Kementerian Dalam Negeri telah berjalan sejak permulaan.

KKP pun menjamin ekspansi desa tematik budi daya ikan dieksekusi melalui sinergi bermacam kementerian dan lembaga agar seluruh keperluan operasional, mulai dari lahan hingga asistensi, mampu dipenuhi secara terintegrasi.

"Ya sekarang sudah mulai di lapangan, sudah koordinasi segala macam. Artinya (sudah) dimulai tahapannya. Kami koordinasi dengan desa, bupati, kepala dinas, Kemendes, Kemendagri. Kolaborasi dengan semua K/L," papar Rahayu.

Ia pun menerangkan bahwa program desa tematik itu berlainan dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) lantaran menitikberatkan fokus pada penggalakkan budi daya ikan daratan, bukan eskalasi bidang penangkapan ikan.

"Itu (pengembangan 40 ribu desa tematik) bukan (bagian dari) KNMP ya," tandasnya.

Lewat langkah tersebut, KKP memproyeksikan perwujudan 40 ribu desa tematik sanggup memperkokoh hasil protein nusantara, memperlebar prospek ekspor perikanan, sekaligus mengangkat taraf hidup warga di pelbagai wilayah Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebutkan bahwa negara menyiapkan 40 ribu desa tematik budi daya ikan guna menguatkan swasembada protein di samping menaikkan ekspor perikanan Indonesia.

"Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, mensukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya," ucap Zulhas di Jakarta, Selasa (21/7).

Dia menuturkan hal tersebut ketika memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat terbatas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta pejabat berwenang lain di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

Pemerintah kini mengalihkan orientasi pembangunan pangan dari pencapaian swasembada karbohidrat menuju pemantapan swasembada protein sebagai prioritas strategis nasional berlandaskan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah mematok sasaran agar Indonesia bukan cuma sanggup mencukupi kebutuhan protein domestik, melainkan pula menjelma sebagai salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan, terutama komoditas ikan dan udang.

Demi merealisasikan target itu, pemerintah merancang dua pilar utama, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih serta penggalakkan budi daya tematik di 40 ribu desa seluruh Indonesia.

"Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya," cetus Zulhas.

Terkini