Multipolar Technology (MLPT) Stock Split, Ini Harga Teoritisnya

Selasa, 21 Juli 2026 | 00:52:01 WIB
MLPT Resmi Stock Split 1:25, Tetapkan Harga Teoritis Rp1.040 [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten teknologi Grup Lippo, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT), secara resmi menjalankan aksi pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25 serta mematok harga teoritis di level Rp1.040. 

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Pande Made Kusuma Ari, menerangkan bahwa langkah penyesuaian ini merujuk pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta menindaklanjuti surat PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) No. 049/MLPT/PDC/VII/2026 bertanggal 15 Juli 2026 perihal Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi - Stock split - 15072016. BEI pun telah resmi menetapkan harga teoretis dari aksi korporasi tersebut.

"Penyesuaian harga teoretis, jumlah saham hasil stock split dan perubahan parameter saham MLPT dalam JATS akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026," kata Pande dalam keterbukaan informasi, Senin (20/7/2026).

Nilai penutupan saham MLPT pada akhir periode cum di pasar reguler dengan nominal lama senilai Rp100 per saham pada 20 Juli 2026 berada di posisi Rp25.950. Melalui perhitungan formula rasio 1:25, harga teoretis acuan tawar-menawar serta kalkulasi Indeks Harga Saham Individual MLPT dengan nominal anyar Rp4 per saham didapatkan angka dasar Rp1.038. 

Selanjutnya, harga teoretis saham MLPT yang tertera pada JATS untuk segmen pasar reguler dan negosiasi per 21 Juli 2026 disesuaikan mengikuti fraksi harga menjadi Rp1.040 per lembar.

Lewat penyesuaian tersebut, besaran harga dasar kalkulasi IHS individual saham MLPT ditentukan melalui formula 1.040 dibagi 25.950 dikalikan 480, yang menghasilkan harga dasar baru sebesar Rp19,237.

Sebelumnya, manajemen MLPT mengeksekusi stock split berasio 1:25 dengan misi utama mengatrol likuiditas transaksi saham sekaligus memperluas akses bagi investor ritel di lantai bursa. Korporasi menyatakan bahwa langkah ini diambil agar valuasi per lembar saham MLPT menjadi jauh lebih ekonomis dan terjangkau bagi publik, yang pada akhirnya mendongkrak jumlah pemegang saham perseroan.

“Pemecahan saham dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan serta menjadikan harga saham Perseroan lebih terjangkau bagi para investor ritel,” tulis manajemen MLPT, Kamis (21/5/2026).

Melalui aksi korporasi ini, setiap satu saham lama dipecah menjadi 25 saham baru. Konsekuensinya, total volume saham beredar perseroan membengkak dari 1,87 miliar lembar (1.875.000.000) menjadi 46,87 miliar lembar (46,875.000.000), sementara nilai nominal saham menyusut dari Rp100 menjadi Rp4 per lembar. 

Manajemen menegaskan bahwa proses stock split ini sama sekali tidak mengubah nilai ekonomis maupun hak kepemilikan para pemegang saham eksisting karena penyesuaian dilakukan secara proporsional.

Di samping mendongkrak likuiditas pasar, MLPT meyakini kebijakan pemecahan saham ini mampu meredam volatilitas harga, memikat investor anyar, serta memperkuat daya saing perseroan di pasar modal nasional.

“Struktur kepemilikan saham Perseroan tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor,” pungkas manajemen.

Terkini