Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor BBM dalam 2 - 3 Tahun Lagi

Jumat, 10 April 2026 | 13:09:02 WIB
Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor BBM dalam 2 - 3 Tahun Lagi

JAKARTA - Upaya menuju kemandirian energi nasional kini semakin dipercepat. 

Prabowo targetkan Indonesia setop impor BBM dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan sebagai bagian dari strategi besar mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong transformasi energi menuju sumber yang lebih berkelanjutan.

Ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak selama ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas energi nasional. Oleh karena itu, berbagai kebijakan mulai diarahkan untuk memperkuat produksi dalam negeri sekaligus mempercepat penggunaan energi baru terbarukan.

Target ambisius ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.

“Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” ujar Prabowo.

Strategi Hentikan Impor BBM

Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah akan menempuh sejumlah langkah strategis. Prabowo targetkan Indonesia setop impor BBM melalui transformasi besar dalam sektor energi, khususnya dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Ia menjelaskan, upaya menghentikan impor BBM akan ditempuh melalui transformasi energi dari fosil ke energi baru terbarukan.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sistem energi yang lebih mandiri dan tahan terhadap gejolak global.

Program Elektrifikasi 100 Gigawatt

Salah satu program utama yang menjadi andalan pemerintah adalah elektrifikasi dengan kapasitas besar. Program ini ditargetkan mampu menjadi tulang punggung dalam pengurangan konsumsi BBM.

Salah satu langkah utama adalah menjalankan program elektrifikasi berkapasitas 100 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan.

Melalui program tersebut, pemerintah akan secara bertahap menghentikan penggunaan pembangkit listrik berbasis solar dan diesel.

Dengan beralih ke energi listrik yang bersumber dari energi terbarukan, kebutuhan terhadap bahan bakar minyak di sektor pembangkit listrik dapat ditekan secara signifikan.

Penutupan PLTD dan Efisiensi Energi

Selain elektrifikasi, pemerintah juga akan melakukan penataan ulang terhadap pembangkit listrik berbasis diesel. Langkah ini dinilai memiliki dampak besar terhadap pengurangan konsumsi minyak nasional.

Sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik Perusahaan Listrik Negara juga direncanakan akan ditutup.

Penutupan PLTD ini diperkirakan dapat menghemat konsumsi minyak mentah hingga sekitar 200.000 barel per hari. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari.

Dengan pengurangan tersebut, beban impor energi dapat ditekan secara signifikan dalam waktu relatif singkat.

Percepat Kemandirian Energi Nasional

Prabowo targetkan Indonesia setop impor BBM bukan tanpa alasan. Dengan mengurangi impor, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menghemat devisa negara.

Dengan pengurangan penggunaan diesel dan tambahan kapasitas listrik dari program 100 GW, pemerintah menilai penghematan energi akan semakin besar, sekaligus mempercepat upaya menuju kemandirian energi nasional.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan energi global, termasuk fluktuasi harga minyak dan ketidakpastian pasokan.

Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan serta dukungan berbagai pihak. Namun dengan arah kebijakan yang jelas, target menghentikan impor BBM dalam beberapa tahun mendatang menjadi semakin realistis untuk dicapai.

Terkini