Harga Cabai Rawit Naik Menurut PIHPS Tembus Rp85 Ribu

Jumat, 10 April 2026 | 13:08:48 WIB
Harga Cabai Rawit Naik Menurut PIHPS Tembus Rp85 Ribu

JAKARTA - Pergerakan harga bahan pangan kembali menunjukkan dinamika yang cukup terasa pada perdagangan Kamis pagi. 

Sejumlah komoditas strategis mengalami perubahan harga, dengan cabai rawit merah masih menjadi salah satu yang paling menonjol karena berada di level tinggi. Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti telur ayam ras cenderung stabil di pasar nasional.

Berdasarkan pemantauan terbaru, kondisi harga pangan ini menjadi gambaran fluktuasi kebutuhan pokok masyarakat yang terus berubah setiap hari. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat perkembangan tersebut pada Kamis pukul 09.00 WIB.

Pergerakan Cabai Rawit Masih Mendominasi Kenaikan

Salah satu perhatian utama dalam data harga pangan hari ini adalah cabai rawit merah yang kembali mencatat kenaikan. Komoditas ini kerap menjadi penyumbang utama fluktuasi harga di tingkat konsumen.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan per Kamis pukul 09.00 WIB, untuk komoditas cabai rawit merah mencapai Rp85.200 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp32.700 per kg.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga pada cabai masih cukup kuat dibandingkan komoditas pangan lainnya.

Harga Bumbu Dapur Masih Beragam

Selain cabai rawit merah, komoditas bumbu dapur lainnya juga menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan di pasar eceran nasional. Bawang merah dan bawang putih menjadi dua komoditas yang juga ikut diperhatikan masyarakat.

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, harga bawang merah berada di Rp47.400 per kg, sementara bawang putih tercatat Rp40.250 per kg.

Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa sektor bumbu dapur masih memiliki kontribusi penting terhadap dinamika harga pangan harian.

Rincian Harga Beras di Pasar Nasional

Beras sebagai komoditas utama masyarakat Indonesia tercatat memiliki harga yang relatif stabil meskipun terdapat perbedaan pada tiap kualitasnya. Hal ini menunjukkan adanya segmentasi pasar yang cukup jelas di tingkat konsumen.

Beras kualitas bawah I di harga Rp14.500 per kg

Beras kualitas bawah II Rp14.550 per kg

Beras kualitas medium I Rp16.050 per kg

Beras kualitas medium II Rp15.900 per kg

Beras kualitas super I Rp17.300 per kg

Beras kualitas super II Rp16.800 per kg

Data tersebut memperlihatkan bahwa harga beras masih berada dalam rentang yang cukup terkendali di pasar nasional.

Fluktuasi Harga Cabai Jenis Lain

Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga mengalami pergerakan harga yang berbeda-beda. Kondisi ini mencerminkan adanya variasi pasokan di berbagai wilayah.

PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp45.950 per kg, cabai merah keriting Rp45.600 per kg, dan cabai rawit hijau Rp53.500 per kg.

Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa cabai tetap menjadi komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan pasokan dan distribusi.

Harga Daging Masih Relatif Tinggi

Komoditas protein hewani seperti daging juga menunjukkan harga yang relatif tinggi dibandingkan bahan pangan lainnya. Daging sapi masih berada di level atas, diikuti oleh daging ayam ras.

Kemudian, daging ayam ras segar tercatat Rp41.700 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I berada di Rp147.750 per kg dan daging sapi kualitas II di harga Rp139.950 per kg.

Kondisi ini menggambarkan bahwa kebutuhan protein hewani masih menjadi salah satu pengeluaran terbesar masyarakat.

Gula dan Minyak Goreng Cenderung Stabil

Di sisi lain, komoditas gula pasir dan minyak goreng relatif menunjukkan stabilitas harga dibandingkan kelompok cabai dan daging. Hal ini memberikan sedikit keseimbangan di tengah fluktuasi harga pangan lainnya.

Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.150 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di Rp19.050 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah berada di harga Rp20.000 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di Rp23.200 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di Rp22.250 per liter.

Gambaran Umum Kondisi Harga Pangan

Secara keseluruhan, data PIHPS menunjukkan bahwa harga pangan nasional masih dipengaruhi oleh komoditas tertentu yang mengalami tekanan, terutama cabai rawit merah. Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok seperti telur, gula, dan minyak goreng cenderung lebih stabil.

Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak mengikuti faktor pasokan, distribusi, dan permintaan masyarakat. Dengan pemantauan harian seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan menyesuaikan kebutuhan belanja secara lebih bijak.

Terkini