Bupati Batubara Santuni Anak Yatim dan Jaga Marwah Kubah Batu Bara

Senin, 02 Februari 2026 | 10:12:25 WIB
Bupati Batubara Santuni Anak Yatim dan Jaga Marwah Kubah Batu Bara

JAKARTA - Menjelang kedatangan Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Batubara memperkuat komitmen sosial dan spiritualnya melalui serangkaian kegiatan religius di tengah masyarakat. Bupati Batubara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara khusus menghadiri agenda Dzikir dan Doa Bersama yang dipusatkan di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, pada Jumat. Selain sebagai sarana ibadah, momen ini juga menjadi ajang berbagi kasih dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di kawasan ikonik Kubah Batu Bara, yang lokasinya tepat berdampingan dengan RSUD H. OK. Arya Zulkarnain. Acara ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan bagian dari syukuran dan kenduri akbar masyarakat setempat dalam menyambut datangnya bulan penuh berkah yang tinggal menghitung hari.

Manifestasi Kepedulian Sosial dan Kedekatan dengan Rakyat

Kehadiran Bupati Baharuddin Siagian di tengah masyarakat menjadi simbol nyata bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan dan perhatian, khususnya bagi kalangan yang membutuhkan. Secara langsung, Bupati menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian nyata Pemerintah Kabupaten Batubara dalam memberikan kasih sayang dan dukungan moral bagi mereka.

Dalam sambutannya, Baharuddin Siagian menekankan bahwa agenda seperti dzikir dan doa bersama adalah jembatan untuk mempererat hubungan antara pemangku kebijakan dengan warga. Ia memandang momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan diri sekaligus menguatkan tali persaudaraan sesama umat muslim.

“Kegiatan ini kita harapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan semangat berbagi, serta meningkatkan kepedulian sosial menjelang Ramadan,” ujar Bupati di sela-sela acara. Harapannya, semangat berbagi yang dicontohkan melalui santunan ini dapat menular ke seluruh elemen masyarakat agar saling membantu selama bulan puasa nanti.

Menjaga Marwah dan Kesucian Kawasan Kubah Batu Bara

Selain aspek sosial, Bupati Batubara juga memberikan perhatian serius terhadap pelestarian kawasan religius. Area Kubah Batu Bara yang memiliki nilai spiritual dan historis mendalam bagi warga lokal menjadi fokus utama dalam imbauan Bupati kali ini. Baginya, kebersihan dan ketertiban kawasan tersebut merupakan tanggung jawab kolektif yang tidak bisa ditawar.

H. Baharuddin Siagian memberikan instruksi tegas kepada semua pihak untuk memastikan tidak ada kegiatan negatif yang mencemari kesucian lokasi tersebut. Penjagaan nilai-nilai agama di kawasan Kubah harus menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Batubara.

“Tempat ini harus kita jaga bersama. Saya tidak ingin kawasan Kubah Batu Bara disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama,” tegasnya dengan nada yang kuat. Bupati menggarisbawahi bahwa tempat yang sakral harus tetap terjaga fungsi aslinya sebagai pusat spiritualitas, bukan justru menjadi lahan bagi aktivitas yang menyimpang.

Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Penyakit Sosial

Kepedulian Bupati tidak berhenti pada urusan fisik bangunan saja, tetapi juga pada ekosistem sosial di sekitarnya. Ia meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mata dan telinga dalam menjaga lingkungan sekitar Kubah dari potensi gangguan ketertiban umum. Aktivitas yang dapat merusak nilai spiritual atau menimbulkan keresahan sosial harus segera dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan warga setempat, diharapkan kawasan Kubah Batu Bara tetap menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi siapa saja yang datang untuk beribadah atau sekadar berkunjung. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama agar marwah daerah tetap terjaga dengan baik.

Harapan Kedamaian dan Keberkahan di Bulan Ramadan

Sebagai penutup rangkaian acara, dzikir yang dilakukan secara berjamaah tersebut diakhiri dengan doa bersama yang sangat emosional. Seluruh peserta yang hadir menundukkan kepala, memohon agar Kabupaten Batubara senantiasa dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari marabahaya.

Harapan besar disematkan pada Ramadan tahun 2026 ini agar menjadi momentum persatuan yang semakin kokoh. Dengan hati yang bersih dan lingkungan yang terjaga, masyarakat Batubara diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk.

“Doa bersama ini dilakukan dengan harapan Bulan Suci Ramadan yang akan datang membawa keberkahan, kedamaian, serta semakin mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Batubara,” pungkas laporan kegiatan tersebut. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam acara syukuran dan kenduri ini diproyeksikan akan menjadi fondasi kuat bagi ketenteraman sosial di bumi Batubara sepanjang bulan suci hingga seterusnya.

Terkini