Cegah Lonjakan Harga Tiket, NTB Minta Maskapai Tambah Penerbangan

Cegah Lonjakan Harga Tiket, NTB Minta Maskapai Tambah Penerbangan
Teknisi sedang melakukan pemeliharaan rutin tower BTS di dekat Sirkuit Mandalika [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melayangkan permintaan kepada pihak maskapai penerbangan agar segera menambah kapasitas rute penerbangan menuju Lombok jauh hari sebelum gelaran puncak perhelatan MotoGP Mandalika 2026 dimulai.

Kebijakan proaktif ini ditempuh guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang secara masif, sekaligus membentengi para wisatawan dari risiko kendala keterbatasan ketersediaan kursi serta lonjakan tarif tiket pesawat yang tidak wajar yang berpotensi menyurutkan minat kunjungan ke NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerangkan secara lugas bahwa faktor kelancaran aksesibilitas jalur udara memegang peranan krusial sebagai penentu utama tingkat kesuksesan penyelenggaraan agenda internasional MotoGP Mandalika.

Berdasarkan catatan evaluasi dari penyelenggaraan event-event besar berskala global pada masa lalu, tingginya antusiasme serta minat masyarakat untuk mendatangi lokasi acara kerap kali tidak berbanding lurus dengan realisasi kunjungan fisik akibat kendala menipisnya kuota kursi pesawat serta melambungnya harga tiket.

“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datang, bahkan sudah membeli tiket acara. Namun ketika mencari tiket pesawat, ternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya mereka membatalkan perjalanan,” jelas Iqbal, Kamis (10/9/2026).

Gejala awal lonjakan tingkat permintaan tersebut sejatinya telah mulai terpantau melalui rekapitulasi data pemesanan tiket yang dilaporkan oleh sejumlah maskapai penerbangan. Saat ini, tingkat keterisian kursi (load factor) pada beberapa jadwal penerbangan menuju Lombok tercatat telah merangkak mendekati angka 90 persen, sementara ketersediaan kursi kosong pada sejumlah rute kian menipis.

Oleh karena itu, Gubernur Iqbal mendesak agar pihak manajemen maskapai dapat merencanakan penyiapan tambahan kapasitas kursi sejak jauh-jauh hari, alih-alih hanya menggantungkan harapan pada penyediaan penerbangan tambahan (extra flight) yang bersifat mendadak menjelang detik-detik puncak perhelatan ajang balap motor internasional tersebut.

Menurut pandangannya, eskalasi kapasitas tempat duduk ini dapat dieksekusi melalui penerapan dua skema utama. Langkah pertama berupa pengumuman jadwal penerbangan tambahan secara lebih dini sehingga masyarakat luas serta para pelaku industri pariwisata memiliki kepastian matang dalam menyusun itinerary perjalanan mereka. 

Langkah kedua yakni pengoperasian extra flight secara fleksibel guna merespons lonjakan trafik permintaan yang datang sewaktu-waktu mendekati hari pelaksanaan event.

“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awal, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kami juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial,” katanya.

Di samping penambahan frekuensi jam terbang, Gubernur turut meminta pihak maskapai agar mempertimbangkan opsi pengerahan armada pesawat berbadan lebar dengan kapasitas muat penumpang yang jauh lebih besar, serta mereaktivasi sejumlah slot rute penerbangan yang sebelumnya sempat nonaktif. 

Sejumlah koridor penerbangan utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi rute Jakarta–Lombok, Surabaya–Lombok, Yogyakarta–Lombok, serta potensi pembukaan kembali jalur penerbangan asal Malang.

Perhatian khusus turut dialamatkan pada manajemen kelancaran arus kepulangan para penonton usai acara usai. 

Gubernur Iqbal mengimbau maskapai agar mengakomodasi penyediaan jadwal penerbangan malam hari setelah rangkaian agenda MotoGP tuntas, mengingat pola mobilitas penonton biasanya masih tertahan di kawasan sekitar Mandalika hingga sore hari dan berpotensi memicu kemacetan parah di akses keluar kawasan sirkuit.

“Yang paling penting bagi kami adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar, semuanya perlu dipertimbangkan,” tegasnya.

Menanggapi seruan tersebut, sejumlah maskapai komersial terpantau telah menyiapkan langkah mitigasi dan antisipasi dini. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadwalkan pembukaan penerbangan tambahan pada rentang tanggal 8 sampai 11 Oktober serta penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober. 

Maskapai Pelita Air Service menaikkan frekuensi terbang menjadi dua kali sehari terhitung mulai 8 Oktober, sementara PT Citilink Indonesia menyiapkan penambahan kapasitas untuk koridor rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok. 

Di sisi lain, Lion Air Group turut membuka lebar peluang penambahan extra flight yang disesuaikan dengan dinamika pertumbuhan permintaan calon penumpang. Untuk konektivitas penerbangan dari mancanegara, maskapai AirAsia tetap mempertahankan operasional reguler rute Kuala Lumpur–Lombok setiap hari serta membuka ruang diskusi lanjutan ihwal potensi penambahan kapasitas tempat duduk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index