Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Pariaman hingga Pekalongan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Pariaman hingga Pekalongan
Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terpantau telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — Pada hari Minggu (6/9/2026), abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terpantau telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. 

Mengutip laman inasiam.bmkg.go.id pada pukul 09.16 WIB, pergerakan abu vulkanik tersebut nampak sudah tiba di kawasan Pekalongan, Jawa Tengah. 

Hal ini menandakan bahwa abu vulkanik sudah menutupi segenap area Jakarta serta Jawa Barat, mengingat pada peta situs BMKG itu, seluruh wilayah Jawa Barat terlihat ditandai dengan warna merah.

Di sisi lain, pergerakan dari pusat Gunung Anak Krakatau ke arah barat menunjukkan bahwa abu vulkanik telah sampai di Pariaman hingga Padang Panjang. Terkait hal ini, BMKG terus memantau situasi terbaru dari Gunung Anak Krakatau. 

Pantauan menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang tercatat di stasiun seismograf dengan amplitudo maksimal 19 mm selama kurang lebih 29 detik. 

Lebih lanjut, tidak ditemukan anomali dalam rekaman seismograf BMKG di sekitar waktu kejadian. Sampai dengan 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, aktivitas erupsi ini juga belum memicu peningkatan tinggi muka air laut yang berarti.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat supaya senantiasa tenang dan tidak mudah terpancing berita bohong yang tersebar. Warga diharapkan hanya mengacu pada pemberitahuan resmi dari instansi berwenang demi mendapatkan kebenaran informasi terkait peristiwa ini.

"Tetap tenang dan jangan terpancing oleh isu atau hoaks yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tulis BMKG di Instagram-nya, Minggu (6/9/2026).

Selain itu, meluasnya abu vulkanik ini berdampak pada penutupan sementara operasional penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), serta Bandara Radin Inten II (WILL). 

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menjelaskan bahwa penghentian sementara di ketiga bandara ini adalah upaya menjaga keselamatan penerbangan menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index