Deretan Saham Top Gainers dan Losers IDX30 Sepanjang Agustus 2026

Deretan Saham Top Gainers dan Losers IDX30 Sepanjang Agustus 2026
Investor mengamati data saham [FOTO: NET].

JAKARTA - Sejumlah saham penghuni indeks IDX30 berhasil mencatatkan penguatan sepanjang masa perdagangan Agustus 2026. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), hingga PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) tampil sebagai tiga emiten dengan kenaikan harga paling tinggi.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), AADI menjadi saham dengan lonjakan harga paling tinggi di antara konstituen IDX30 selama Agustus 2026. Harga saham AADI melesat 17,34%, beranjak dari Rp9.225 pada akhir Juli hingga menyentuh Rp10.825 per saham pada 31 Agustus 2026. Nilai kapitalisasi pasar AADI berada di kisaran Rp71,83 triliun.

Urutan kedua diisi oleh BUMI yang menguat 16,36%, naik dari Rp165 menuju level Rp192 per saham. Nilai kapitalisasi pasar BUMI kini berada di kisaran Rp61,27 triliun.

Selanjutnya, ADMR berada pada posisi ketiga melalui kenaikan sebesar 15,51%. Harga saham ADMR merambat naik dari Rp1.515 menjadi Rp1.750 per saham. Nilai kapitalisasi pasar ADMR telah menyentuh kisaran Rp61,94 triliun.

Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menempati posisi keempat usai membukukan penguatan 15,45%, naik dari level Rp2.460 menuju Rp2.840 per saham. Kapitalisasi pasar ADRO terdata mencapai kisaran Rp70,85 triliun.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melengkapi jajaran lima besar lewat penguatan 9,35%, dari Rp3.530 ke level Rp3.860 per saham. Kapitalisasi pasar BBNI pun menyentuh kisaran Rp130,34 triliun.

Saham IDX30 yang Mengalami Koreksi

Di sisi lain, tidak seluruh emiten yang menghuni IDX30 membukukan kinerja positif sepanjang Agustus 2026. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) tercatat sebagai saham dengan penurunan paling dalam setelah terkoreksi 9,42%.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) turut menyusut 5,88%. Selain itu, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) tertekan 4,35%, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) merosot 3,25%, sedangkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) terkikis 2,83%.

Berikut 5 Saham Paling Cuan & Boncos di IDX30 Agustus 2026:

IHSG Menguat 4,64% pada Agustus 2026

Laju positif sejumlah saham IDX30 berlangsung selaras dengan apresiasi IHSG sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan laporan bulanan IDX Weekly Report, IHSG menguat 4,64% atau bertambah 289,35 poin, bergerak dari posisi 6.236,126 pada 31 Juli menuju level 6.525,478 pada 31 Agustus 2026.

Pada pekan pertama periode 3–7 Agustus 2026, IHSG terangkat 2,78% ke posisi 6.409,654. Kapitalisasi pasar BEI melonjak sekitar Rp289 triliun ke tingkat Rp11.212 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga bertumbuh 27,62% mencapai 2,319 juta kali. Dalam rentang waktu tersebut, pemodal asing membukukan aksi net buy senilai Rp695,17 miliar.

IHSG kemudian kembali menguat 1,93% pada rentang 18–21 Agustus 2026. Laju penguatan tersebut sempat tertahan pada pekan berikutnya saat IHSG terkoreksi tipis 0,12%.

Pada sesi perdagangan penutup Agustus, IHSG kembali menguat 0,11% dan mengakhiri sesi di level 6.525,478. Nilai kapitalisasi pasar BEI tercatat di kisaran Rp11.424 triliun, sedangkan investor asing mencatatkan aksi net sell sebesar Rp434,25 miliar.

Apa Itu IDX30?

IDX30 merupakan indeks yang mengukur kinerja 30 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar relatif besar, tingkat likuiditas transaksi tinggi, serta fondasi fundamental yang dinilai solid di Bursa Efek Indonesia.

Indeks IDX30 menjadi salah satu indikator acuan utama BEI yang dapat dimanfaatkan investor untuk mengamati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar dan berperawakan likuid.

Penetapan daftar saham IDX30 dilakukan mengacu pada sejumlah kriteria, melingkupi nilai kapitalisasi pasar, tingkat likuiditas perdagangan, serta kondisi keuangan dan fundamental emiten. BEI menggelar proses evaluasi dan penyesuaian susunan anggota indeks ini secara berkala.

Lantaran komposisinya dapat bergeser pada setiap masa evaluasi, saham yang terdaftar dalam IDX30 pada satu periode tertentu tidak menjamin akan tetap menjadi bagian dari indeks di masa berikutnya.

Dinamika pergerakan IDX30 juga tidak selalu searah dengan IHSG. Kendati mayoritas konstituennya berstatus emiten berkapitalisasi besar, pergeseran harga tiap saham tetap dipengaruhi oleh kinerja internal emiten, dinamika sektor industri, pergerakan sentimen pasar, hingga indikator ekonomi makro.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index