Laba Bersih Seabank Capai Rp 749 Miliar pada Semester I Tahun 2026 Ini

Laba Bersih Seabank Capai Rp 749 Miliar pada Semester I Tahun 2026 Ini
PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) berusaha mempertahankan performa pada paruh pertama 2026. Bank digital ini mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 749,26 miliar, seiring dengan peningkatan aset serta penyaluran pinjaman. 

Berdasarkan laporan keuangan pada semester I-2025, SeaBank mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 274 miliar dengan laba setelah pajak tercatat senilai Rp 214 miliar.

Total aset SeaBank hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 52,97 triliun. Sementara itu, kredit yang dikucurkan tumbuh signifikan sebesar 53,1% secara tahunan menjadi Rp 39,81 triliun. 

Peningkatan pinjaman tersebut berasal dari gabungan penyaluran secara langsung (direct lending), kerja sama dengan ekosistem digital, serta kemitraan strategis.

Walaupun ekspansi kredit cukup agresif, SeaBank berupaya menjaga mutu aset. Hal tersebut terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 1,65%, masih berada di bawah batas maksimal 5% yang ditentukan oleh regulator.

Dalam hal pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) SeaBank mencapai Rp 41,80 triliun atau meningkat 47,6% year-on-year (yoy). Komposisi pendanaan juga didominasi oleh dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) yang mencapai Rp 29,10 triliun. Dengan demikian, rasio CASA terhadap total DPK mencapai 69,6%.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyatakan, kinerja paruh pertama 2026 memperlihatkan strategi bisnis bank digital yang berpusat pada keperluan nasabah serta integrasi ekosistem berjalan sesuai dengan arah yang ditentukan. 

“Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Sasmaya dalam keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).

Dari segi efisiensi, SeaBank membukukan Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1%. Sementara itu, tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 3,9%.

Kemajuan bisnis SeaBank juga didukung oleh perluasan basis pengguna. Hingga akhir paruh pertama 2026, jumlah nasabah SeaBank telah mencapai 35 juta pengguna. Aktivitas transaksi nasabah pun terus meningkat. 

Sepanjang Juni 2026, SeaBank mencatatkan rata-rata lebih dari 16,8 juta transaksi per hari, dengan volume perputaran uang harian mencapai sekitar Rp7,1 triliun.

SeaBank juga terus memperluas jangkauan layanan lewat jaringan fisik. Pada Mei 2026, SeaBank meresmikan kantor cabang di Medan, Sumatera Utara. Kantor tersebut menjadi kantor cabang kesembilan SeaBank di Indonesia.

Kehadiran cabang di Medan dimaksudkan untuk memperluas akses layanan perbankan, termasuk kepada masyarakat yang belum terlayani perbankan (unbanked), sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di Sumatera Utara. 

“Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara,” kata Sasmaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index