JAKARTA - Dalam kehidupan sehari-hari, tekanan bisa datang dari berbagai arah, mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, hingga kondisi lingkungan.
Tidak jarang, tekanan tersebut berkembang menjadi stres yang memengaruhi kondisi fisik maupun mental. Memahami jenis stres yang dialami menjadi langkah penting agar penanganannya bisa dilakukan secara tepat.
Setiap orang mungkin pernah merasakan stres dalam tingkat tertentu. Namun, tidak semua stres memiliki dampak yang sama. Ada yang bersifat sementara dan justru membantu meningkatkan performa, tetapi ada pula yang berlangsung lama hingga berisiko mengganggu kesehatan secara serius.
Simak sampai habis, ini 3 jenis stres beserta gejalanya yang harus Anda tahu.
Stres adalah reaksi psikologis dan fisiologis terhadap suatu peristiwa atau kondisi yang dianggap sebagai ancaman atau tantangan. Stres dapat memengaruhi banyak sistem tubuh termasuk metabolisme, ingatan, dan sistem kekebalan.
Sejumlah kecil stres bisa membantu kita untuk tampil lebih baik asalkan stres tersebut berlangsung singkat. Sebaliknya, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang dan memperburuk kondisi yang ada.
Stres ada banyak jenisnya. Namun, berdasarkan studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi, stres dibagi menjadi 3 jenis utama.
Sebagaimana dilansir dari laman BetterUp, berikut 3 jenis stres beserta gejalanya yang harus Anda tahu.
Stres akut: reaksi cepat terhadap situasi menantang
Jenis stres yang pertama adalah stres akut. Stres akut dihasilkan dari reaksi tubuh terhadap situasi baru atau menantang. Misal, ketika nyaris tertabrak mobil.
Kita bahkan dapat mengalami stres jenis ini sebagai hasil dari sesuatu yang kita nikmati, contoh ketika naik wahana roller coaster atau mendapatkan pencapaian pribadi yang luar biasa.
Stres akut diklasifikasikan sebagai stres jangka pendek. Biasanya, emosi dan tubuh segera kembali ke keadaan normal saat stres akut menyerang.
Adapun beberapa gejala stres akut antara lain sebagai berikut:
Pupil melebar
Detak jantung meningkat
Mengeluarkan lebih banyak keringat
Napas cepat dan berat
Muncul perasaan cemas
Emosi naik turun
Kurang tidur
Jenis stres ini sebenarnya merupakan respons alami tubuh yang bertujuan melindungi diri dari bahaya. Selama tidak berlangsung lama, stres akut justru bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus.
Stres akut episodik: tekanan berulang yang sulit dihentikan
Jenis stres yang kedua adalah stres akut episodik atau episodic acute stress. Stres jenis ini datang ketika stres akut sering terjadi.
Stres akut episodik bisa terjadi karena tenggat waktu bekerja yang ketat berulang kali. Selain itu, stres akut episodik juga bisa disebabkan oleh situasi stres tinggi yang sering dialami oleh beberapa profesional, seperti petugas kesehatan.
Tidak ada waktu tertentu untuk kembali ke keadaan rileks dan tenang saat stres akut episodik melanda. Plus, efek dari stres ini dapat menumpuk dan membuat orang yang mengalaminya merasa seperti berpindah dari satu krisis ke krisis lainnya.
Adapun beberapa gejala stres akut episodik antara lain sebagai berikut:
Otot menegang
Merasa kewalahan
Lekas marah tak terkendali
Migrain
Hipertensi
Kondisi ini perlu diwaspadai karena jika tidak ditangani dengan baik, dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Pola hidup yang penuh tekanan tanpa jeda menjadi salah satu pemicu utama jenis stres ini.
Stres kronis: tekanan berkepanjangan yang berdampak serius
Jenis stres yang ketiga adalah stres kronis. Stres kronis merupakan hasil dari stresor yang berlanjut untuk waktu yang lama.
Contoh, tinggal di lingkungan dengan tingkat kejahatan tinggi atau terus-menerus berkelahi dengan pasangan hidup.
Stres kronis terasa tidak ada habisnya. Orang yang mengalaminya cenderung kesulitan melihat cara apapun untuk memperbaiki atau mengubah situasi penyebab stres kronis.
Adapun beberapa gejala stres kronis antara lain sebagai berikut:
Berat badan bertambah
Susah tidur
Serangan panik
Sakit kepala kronis
Kelelahan emosional
Jenis stres ini menjadi yang paling berbahaya karena dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan, mulai dari fisik hingga mental. Jika dibiarkan, stres kronis berpotensi memicu gangguan kesehatan serius seperti penyakit jantung, gangguan tidur, hingga depresi.
Cara sederhana mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari
Demikian 3 jenis stres beserta gejalanya menurut studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi.
Untuk membantu melawan ketiga stres di atas, ada beberapa cara yang bisa dicoba di antaranya olahraga, terapi, meditasi, menghabiskan waktu di alam, makan makanan sehat, menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, serta menerapkan time management.
Mengelola stres tidak selalu harus dengan cara yang rumit. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, berbicara dengan orang terdekat, atau meluangkan waktu untuk diri sendiri juga bisa memberikan dampak positif.
Dengan memahami jenis-jenis stres dan gejalanya, setiap orang dapat lebih peka terhadap kondisi diri sendiri. Langkah ini penting agar stres tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan kualitas hidup tetap terjaga dengan baik.