Saham

Strategi Rebound Saham Telekomunikasi Terpopuler dan Rekomendasi Analis 26 Februari 2026

Strategi Rebound Saham Telekomunikasi Terpopuler dan Rekomendasi Analis 26 Februari 2026
Strategi Rebound Saham Telekomunikasi Terpopuler dan Rekomendasi Analis 26 Februari 2026

JAKARTA - Sektor telekomunikasi Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan kuat dengan kenaikan harga saham yang signifikan hari ini. Tren positif ini muncul setelah adanya tekanan pasar akibat dinamika indeks global yang sempat membebani emiten dalam negeri. Investor kini mulai melirik kembali saham operator seluler seiring dengan prospek fundamental perusahaan yang tetap solid.

Lonjakan Harga Saham Operator Seluler Terkemuka

Pada perdagangan Kamis 26 Februari 2026, sejumlah emiten besar di industri telekomunikasi berhasil mencatatkan rapor hijau di lantai bursa. PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjadi salah satu motor penggerak utama dengan kenaikan yang cukup dominan dibandingkan rekan sejawatnya. Peningkatan ini memberikan angin segar bagi para pemegang saham yang sebelumnya sempat khawatir akan penurunan harga jangka pendek.

Tidak ketinggalan, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menunjukkan taji dengan bergerak stabil di zona apresiasi. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) turut mengekor dengan pergerakan yang cenderung positif sepanjang sesi perdagangan berlangsung pagi ini. Kompaknya kenaikan ketiga raksasa telekomunikasi ini mengindikasikan bahwa kepercayaan pasar mulai kembali pulih secara bertahap di sektor ini.

Analis melihat bahwa teknikal rebound ini merupakan respon alami setelah harga menyentuh level jenuh jual dalam beberapa hari sebelumnya. Dinamika pasar modal memang sering kali mengalami fluktuasi, namun fundamental industri telekomunikasi dianggap masih menjadi penopang yang sangat kuat. Kehadiran teknologi baru dan ekspansi jaringan yang masif menjadi alasan utama mengapa sektor ini masih sangat layak dicermati.

Dinamika Indeks Global dan Keputusan MSCI

Sentimen utama yang sempat menekan harga saham emiten Indonesia adalah kebijakan pembekuan sementara rebalancing indeks oleh pihak MSCI. Keputusan tersebut sempat menimbulkan ketidakpastian bagi aliran modal asing yang masuk ke dalam pasar modal dalam negeri baru-baru ini. Namun, pelaku pasar kini tampaknya sudah mulai bisa beradaptasi dengan kabar tersebut dan lebih fokus pada kinerja internal emiten.

Para manajer investasi mulai melakukan penyesuaian portofolio dengan kembali mengoleksi saham-saham blue chip di sektor jasa infrastruktur telekomunikasi. Meskipun ada tantangan dari sisi indeks global, namun daya beli masyarakat terhadap layanan data tetap menunjukkan tren yang meningkat. Hal ini secara langsung berdampak positif pada pendapatan rata-rata per pengguna atau ARPU dari masing-masing perusahaan operator seluler.

Kenaikan yang terjadi pada Kamis 26 Februari 2026 ini juga didorong oleh optimisme terhadap laporan keuangan tahunan yang segera dirilis. Banyak pihak memproyeksikan bahwa laba bersih perusahaan telekomunikasi akan tumbuh sejalan dengan efisiensi operasional yang telah dilakukan perusahaan. Langkah efisiensi ini terbukti mampu menjaga margin keuntungan di tengah ketatnya persaingan tarif antar operator di tanah air.

Rekomendasi Analis Untuk Emiten TLKM dan ISAT

Beberapa analis sekuritas tetap memberikan rating beli untuk saham TLKM dengan target harga yang cukup ambisius dalam jangka panjang. Stabilitas bisnis Telkom sebagai pemimpin pasar di Indonesia memberikan jaminan keamanan bagi investor yang memiliki profil risiko yang moderat. Potensi dividen yang konsisten juga menjadi daya tarik tambahan bagi para investor jangka panjang yang ingin mengamankan asetnya.

Sementara itu, saham ISAT dipandang memiliki prospek pertumbuhan yang cepat berkat sinergi paska merger yang mulai membuahkan hasil signifikan. Peluang ekspansi di luar pulau Jawa menjadi katalis positif bagi Indosat untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan aktif mereka tahun ini. Analis merekomendasikan para pelaku pasar untuk tetap memperhatikan level support kunci sebelum melakukan aksi beli dalam jumlah besar.

Di sisi lain, EXCL tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan dari sisi inovasi layanan konvergensi tetap-seluler. Fokus perusahaan pada segmen keluarga dan korporasi skala menengah memberikan keunggulan kompetitif tersendiri dibandingkan dengan para kompetitor lainnya. Harga saham EXCL yang saat ini masih kompetitif dinilai menjadi pintu masuk yang tepat bagi para pemburu saham potensial.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Sektor Masa Depan

Salah satu faktor pendorong yang tidak bisa diabaikan adalah penetrasi layanan fixed broadband yang masih memiliki ruang tumbuh sangat luas. Dibandingkan dengan negara tetangga, pasar layanan internet rumahan di Indonesia masih belum tergarap secara maksimal oleh perusahaan-perusahaan besar. Emiten yang mampu menguasai pasar broadband diprediksi akan menjadi pemenang dalam persaingan industri telekomunikasi pada masa yang akan datang.

Selain itu, adopsi teknologi 5G yang semakin meluas juga akan membuka sumber pendapatan baru melalui segmen business-to-business atau B2B. Perusahaan telekomunikasi tidak lagi hanya bergantung pada penjualan pulsa dan data kepada konsumen individu secara ritel saja kedepannya. Transformasi digital di berbagai sektor industri akan membutuhkan dukungan jaringan infrastruktur yang handal dan cepat dari para operator.

Menutup perdagangan pada Kamis 26 Februari 2026, optimisme pasar terhadap sektor telekomunikasi diharapkan dapat terus terjaga hingga akhir pekan. Meskipun fluktuasi harian tetap ada, namun arah pergerakan jangka panjang sektor ini tetap dinilai positif oleh banyak pakar ekonomi. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan berita global yang mungkin memberikan dampak lanjutan pada pasar saham domestik Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index