UNIVERSITAS

Universitas Hasanuddin Atur Jam Kerja dan Perkuliahan Selama Ramadan 2026

Universitas Hasanuddin Atur Jam Kerja dan Perkuliahan Selama Ramadan 2026
Universitas Hasanuddin Atur Jam Kerja dan Perkuliahan Selama Ramadan 2026

JAKARTA - Menjalankan aktivitas akademik di tengah kewajiban ibadah puasa memerlukan manajemen waktu yang matang agar kualitas pendidikan tetap terjaga tanpa mengabaikan spiritualitas. Menyadari hal tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah strategis dengan melakukan penyesuaian operasional di seluruh lingkup kampusnya. Universitas Hasanuddin sesuaikan jam dan skema perkuliahan selama Ramadhan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan ruang bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan ibadah dengan lebih maksimal.

Langkah ini bukan sekadar perubahan jadwal rutin, melainkan upaya harmonisasi kehidupan kampus. Melalui kebijakan ini, Unhas berupaya memastikan bahwa produktivitas dosen, staf, dan mahasiswa tidak terganggu meskipun sedang dalam kondisi berpuasa. Penyesuaian ini didasarkan pada surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh pihak rektorat sebagai panduan umum selama bulan suci.

Transformasi Jam Kerja dan Efisiensi Operasional Kantor

Perubahan pertama yang sangat krusial terletak pada pengaturan jam kerja para tenaga kependidikan dan dosen yang memegang jabatan struktural. Selama bulan Ramadan, ritme kerja diatur sedemikian rupa agar pelayanan administrasi tetap berjalan prima namun dengan durasi yang lebih ringkas.

Untuk hari Senin hingga Kamis, jam kerja dimulai pada pukul 08.00 hingga 15.00 WITA. Sementara untuk hari Jumat, jam kerja ditetapkan mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WITA, dengan pemberian waktu istirahat yang disesuaikan untuk pelaksanaan salat Jumat. Pengurangan durasi kerja ini diharapkan dapat memberikan waktu lebih bagi para pegawai untuk mempersiapkan waktu berbuka puasa bersama keluarga serta menjalankan ibadah malam tanpa mengesampingkan tanggung jawab profesional mereka di kampus.

Skema Perkuliahan Fleksibel Demi Kenyamanan Belajar

Tidak hanya pada sisi administratif, sektor fundamental seperti perkuliahan pun turut mengalami modifikasi. Unhas memahami bahwa kondisi fisik mahasiswa saat berpuasa memerlukan pendekatan instruksional yang lebih fleksibel. Oleh karena itu, skema perkuliahan selama Ramadan didorong untuk dilaksanakan secara hibrida atau kombinasi antara luring (tatap muka) dan daring (online).

Durasi satu jam perkuliahan yang biasanya berlangsung selama 50 menit, kini dikurangi menjadi 40 menit saja. Pengurangan durasi ini dilakukan untuk mencegah kelelahan berlebih pada mahasiswa maupun dosen. Dengan durasi yang lebih pendek namun tetap padat materi, proses transfer ilmu diharapkan bisa berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran. Pihak universitas juga memberikan keleluasaan bagi fakultas untuk mengatur teknis pembelajaran daring guna menghindari terjadinya kerumunan yang menguras energi di siang hari yang terik.

Keseimbangan Ibadah dan Akademik sebagai Prioritas

Rektor Universitas Hasanuddin menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kesehatan dan kekhusyukan ibadah seluruh warga kampus. Ramadan dipandang sebagai momentum untuk meningkatkan disiplin diri, termasuk dalam mengelola tugas-tugas akademik di tengah rasa lapar dan dahaga. Unhas ingin menunjukkan bahwa dunia pendidikan bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai religiusitas.

Selain pengaturan jam, universitas juga menghimbau agar kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bersifat fisik atau dilakukan di luar ruangan dikurangi intensitasnya selama siang hari. Fokus utama dialihkan pada pendalaman materi atau diskusi-diskusi ringan yang bisa dilakukan melalui platform digital. Hal ini sejalan dengan visi Unhas untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan empatik terhadap kondisi sosiokultural para mahasiswanya.

Komitmen Terhadap Kualitas Pelayanan Publik

Meskipun jam operasional mengalami penyusutan, Unhas menjamin bahwa standar pelayanan publik di lingkungan universitas tidak akan menurun. Setiap unit kerja telah diminta untuk melakukan pembagian tugas yang efisien agar tidak ada permohonan administrasi atau kebutuhan mahasiswa yang terbengkalai. Monitoring secara berkala tetap dilakukan oleh pimpinan universitas untuk memastikan surat edaran tersebut diimplementasikan dengan baik di tingkat fakultas hingga departemen.

Fleksibilitas yang diberikan oleh kampus Merah ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para mahasiswa untuk tetap berprestasi. Penyesuaian jam perkuliahan adalah bentuk dukungan institusi agar Ramadan tahun ini menjadi momen yang produktif, baik secara intelektual maupun spiritual. Dengan berakhirnya kebijakan ini nantinya setelah Idulfitri, diharapkan civitas akademika Unhas kembali dalam kondisi yang lebih segar dan penuh energi untuk melanjutkan agenda akademik di sisa semester.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index