Investasi

Upaya Presiden Prabowo Tarik Investasi Pengusaha AS Melalui Jaminan Perlindungan

Upaya Presiden Prabowo Tarik Investasi Pengusaha AS Melalui Jaminan Perlindungan
Upaya Presiden Prabowo Tarik Investasi Pengusaha AS Melalui Jaminan Perlindungan

JAKARTA - Diplomasi ekonomi Indonesia memasuki babak baru di Washington DC. Di hadapan para raksasa bisnis Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan undangan strategis bagi para investor untuk ikut serta dalam pembangunan nasional. Langkah ini bukan sekadar ajakan biasa, melainkan sebuah pernyataan posisi bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis global dengan menawarkan stabilitas dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung US Chamber of Commerce (USCC) pada Rabu sore waktu setempat, Presiden menegaskan bahwa Indonesia sedang berada dalam jalur transformasi besar. Dengan membawa visi pemerintahan yang bersih dan iklim usaha yang kompetitif, Indonesia memposisikan diri sebagai destinasi investasi yang paling atraktif di kawasan Asia Tenggara bagi perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam.

Mendorong Hilirisasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Fokus utama yang ditawarkan pemerintah dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) adalah keberlanjutan proyek strategis. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah menjalankan sejumlah program prioritas, dengan penekanan khusus pada 18 proyek hilirisasi yang menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.

Kekuatan Indonesia dalam rantai pasok teknologi global menjadi daya tawar utama. Presiden menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal kuat berupa cadangan mineral yang sangat dibutuhkan oleh industri teknologi modern di seluruh dunia.

"Kami terbuka, kami membutuhkan investasi, dan kami menginginkan lebih banyak investasi, dan kami yakin kami kompetitif, kami atraktif, dan kami punya banyak cadangan mineral yang dibutuhkan untuk produksi teknologi-teknologi baru," kata Prabowo di hadapan para pengusaha ternama AS. Di akhir pidatonya, ia memberikan undangan terbuka yang lugas, "Jadi silakan datang ke Indonesia, terima kasih."

Komitmen pada Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Selain kekayaan alam, stabilitas sektor politik dan ekonomi menjadi poin krusial yang dipaparkan dalam agenda tersebut. Presiden Prabowo meyakinkan para investor bahwa Indonesia telah berhasil menjaga keseimbangan di tengah dinamika global. Upaya sistematis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan terus dilakukan guna menghilangkan hambatan-hambatan birokrasi yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.

Perubahan menuju pemerintahan yang bersih menjadi prioritas utama. Penegakan hukum diperkuat untuk memberantas praktik korupsi serta kartel yang merusak keadilan pasar. Hal ini dilakukan agar para investor memiliki kepastian hukum dan keamanan dalam menanamkan modalnya di tanah air.

Garansi Keamanan bagi Investor Asing

Salah satu sorotan utama dalam pidato sepanjang 45 menit tersebut adalah janji perlindungan bagi setiap dolar yang masuk ke Indonesia. Presiden membahas rencana penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (ART) serta memaparkan peluang kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral, terutama terkait cadangan rare earth atau logam tanah jarang yang kini menjadi rebutan dunia.

Presiden Prabowo menyampaikan optimismenya setelah berdiskusi dengan banyak pemimpin perusahaan AS selama kunjungannya di Washington. Ia ingin membangun tradisi sebagai tuan rumah yang ramah dan suportif terhadap pertumbuhan bisnis asing.

"Saya telah bertemu dengan banyak pemimpin perusahaan AS, bahkan dalam waktu saya yang singkat saat saya berada di sini. Saya bertemu dengan Anda sekalian sekarang, dan saya merasa sangat optimistis. Kami ingin perusahaan-perusahaan AS menjadi mitra yang strategis," ungkap Prabowo.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa perlindungan terhadap investor adalah komitmen yang akan terus berlanjut dari masa ke masa. "Saya kira banyak pemain lama dan mereka yang berpartisipasi dalam perekonomian kami akan mengakui pemerintah Indonesia, dan saya sendiri juga akan melanjutkan tradisi itu: Kami selalu berusaha melindungi investor-investor. Kami selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik, dan menciptakan iklim yang baik untuk para investor," pungkasnya seperti dilansir dari Antara.

Sinergi Pemerintah dan Sektor Swasta dalam Diplomasi

Keseriusan pemerintah dalam kunjungan kerja ini terlihat dari jajaran pejabat tinggi dan petinggi BUMN yang turut mendampingi. Kehadiran para menteri teknis dan tokoh bisnis nasional memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia siap mengeksekusi kerja sama secara teknis dan profesional.

Delegasi yang mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Turut hadir pula CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Dari sisi dunia usaha, tampak hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson. Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha ini diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi dari Amerika Serikat ke Indonesia dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index