JAKARTA - Universitas Hasanuddin (Unhas) kini tengah memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di level nasional, tetapi juga disegani di kancah internasional. Dalam momentum penting prosesi wisuda periode Februari Tahun Akademik 2025/2026, Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menegaskan visi besar universitas untuk membangun fondasi akademik yang kokoh melalui penguatan budaya ilmiah. Visi ini mengedepankan keterbukaan, inklusivitas, serta orientasi global sebagai pilar utama dalam mendongkrak kualitas riset dan reputasi universitas di mata dunia. Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial untuk mencetak lulusan dan sivitas akademika yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi pemain kunci dalam pengembangan ilmu pengetahuan global.
Berbicara di hadapan ribuan wisudawan di Baruga AP Pettarani Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Rabu, Prof. Jamaluddin Jompa menekankan bahwa kemajuan sebuah universitas sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen di dalamnya. Menurutnya, keberhasilan Unhas saat ini merupakan buah dari kerja keras kolektif yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra strategis. "Kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra strategis telah membentuk budaya kerja yang solid, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” ujarnya.
Inovasi Riset Tematik dan Eksposur Internasional
Salah satu instrumen utama yang menjadi motor penggerak internasionalisasi di Unhas adalah pengembangan Thematic Research Group (TRG). Inisiatif strategis ini dirancang untuk mengelompokkan kepakaran peneliti ke dalam tema-tema riset yang relevan dengan tantangan zaman. Kehadiran TRG terbukti efektif dalam meningkatkan profil akademisi Unhas di panggung riset nasional maupun internasional. Melalui kelompok riset ini, Unhas berhasil membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi ternama dan lembaga riset lintas negara, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas luaran penelitian yang dihasilkan.
Selain riset tematik, Unhas juga melakukan langkah berani dalam memperluas cakrawala ilmiah mahasiswanya dengan menyelenggarakan Nobel Laureate Lecture. Program ini menghadirkan para ilmuwan dunia peraih Nobel ke kampus Unhas untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi. Kehadiran para tokoh jenius dunia ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah strategis untuk membuka ruang dialog ilmiah yang mendalam, memperluas jejaring, serta memicu kolaborasi riset yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Memperkuat Jaringan Kemitraan di 45 Negara
Komitmen Unhas untuk menjadi universitas berkelas dunia tercermin jelas dalam luasnya jaringan kemitraan internasional yang dimiliki. Hingga awal tahun 2026 ini, Unhas tercatat telah menjalin kerja sama strategis dengan 909 institusi internasional yang tersebar di 45 negara. Angka yang fantastis ini menjadi bukti bahwa Unhas diakui sebagai mitra yang kredibel dalam ekosistem pendidikan global. Kemitraan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari riset bersama (joint research), pertukaran akademik bagi dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program-program inovatif lainnya.
Bagi sivitas akademika, luasnya jaringan ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing. Mahasiswa dan dosen didorong untuk terlibat aktif dalam mobilitas internasional guna menyerap praktik terbaik dari berbagai institusi dunia. Jaringan ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang masih aktif di kampus, tetapi juga menjadi modal berharga bagi para alumni dalam meniti karier di berbagai sektor profesional.
Pesan untuk Alumni: Menjadi Global Citizen yang Kompetitif
Kepada para lulusan baru, Prof. Jamaluddin Jompa berpesan agar mereka tidak hanya terpaku pada pencapaian akademik di dalam kampus. Alumni Unhas diharapkan mampu memanfaatkan aset jaringan internasional yang telah dibangun universitas sebagai jembatan menuju karier yang lebih luas. Dunia kerja saat ini menuntut individu yang memiliki wawasan global dan kemampuan kolaborasi lintas budaya, baik di sektor industri, akademik, maupun kewirausahaan.
“Manfaatkan jaringan internasional ini sebaik-baiknya. Kolaborasi yang telah dibangun bukan hanya milik universitas, tetapi juga menjadi akses bagi para alumni untuk terus berkembang, baik di dunia akademik, industri, maupun kewirausahaan,” tegas Prof. Jamaluddin. Dengan bekal budaya ilmiah yang kuat dan koneksi global yang luas, Unhas optimistis lulusannya akan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa di tengah persaingan dunia yang semakin ketat.
Kesimpulan: Menuju Masa Depan Unhas yang Lebih Gemilang
Transformasi yang diusung oleh Unhas di bawah kepemimpinan Prof. Jamaluddin Jompa menunjukkan arah yang jelas menuju universitas yang unggul dan diakui dunia. Dengan terus memupuk budaya ilmiah yang inklusif dan memperkuat jalinan kerja sama lintas negara, Unhas tidak hanya sedang membangun reputasi, tetapi juga sedang membentuk ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Masa depan Unhas diharapkan akan terus bersinar sebagai mercusuar ilmu pengetahuan yang memberikan solusi nyata bagi tantangan global dan membawa nama baik Indonesia di panggung internasional.