Belanja Online

Kemenhaj Segera Luncurkan Platform Belanja Daring Oleh-Oleh Jemaah Haji

Kemenhaj Segera Luncurkan Platform Belanja Daring Oleh-Oleh Jemaah Haji
Kemenhaj Segera Luncurkan Platform Belanja Daring Oleh-Oleh Jemaah Haji

JAKARTA - Transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji kini merambah ke sektor ekonomi dan logistik. Menyadari beban fisik jemaah saat membawa buah tangan dari tanah suci, pemerintah mengambil langkah inovatif dengan mengintegrasikan ekosistem UMKM ke dalam sebuah aplikasi belanja. Langkah ini tidak hanya bertujuan mempermudah para jemaah, tetapi juga menjadi strategi jitu untuk memastikan perputaran uang dari aktivitas belanja haji tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat kerja sama lintas kementerian, untuk mengembangkan ekosistem ekonomi haji nasional. Salah satu ekosistem ekonomi haji adalah pembelian oleh-oleh secara online bagi jemaah haji, dengan menyiapkan platform. Sehingga jemaah tak perlu lagi membawa oleh-oleh dari Arab Saudi.

Solusi Inovatif Melalui Platform UMKM Haji

Kehadiran platform digital ini menjadi jawaban atas kendala klasik jemaah haji, yakni keterbatasan kapasitas bagasi dan risiko kelelahan fisik saat harus berbelanja di sela-sela prosesi ibadah. Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, mengatakan platform UMKM Haji adalah sebuah inovasi digital yang memudahkan jemaah membeli oleh-oleh secara daring.

Melalui sistem ini, jemaah dapat memesan barang-barang khas haji yang nantinya akan dikirimkan langsung ke alamat mereka di Indonesia. “Platform ini memungkinkan jemaah mendapatkan oleh-oleh tanpa harus membawanya langsung dari Arab Saudi. Dengan begitu, nilai ekonomi dari aktivitas belanja tetap berputar di dalam negeri,” jelasnya, dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu. Hal ini diharapkan mampu menekan angka capital outflow dan menggantinya dengan dukungan langsung bagi pelaku usaha lokal.

Sinergi Strategis Kemenhaj dan Kemendag Sambut Maret 2026

Proses pematangan platform ini tidak dilakukan secara sepihak. Kemenhaj merangkul kementerian teknis lainnya untuk menjamin rantai pasok dan legalitas produk yang ditawarkan. Jaenal menjelaskan platform UMKM Haji ditargetkan siap diluncurkan pada Maret 2026, dengan dukungan Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk memastikan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memenuhi standar kualitas dan kualifikasi.

Implementasi program ini diperkuat melalui pertemuan strategis pada Kamis, 29 Januari 2026, yang berfokus pada penyelarasan regulasi perdagangan haji dan umrah. Koordinasi ini sangat vital mengingat Kemendag memiliki peran penting dalam memfasilitasi ekspor, impor, dan pemasaran produk Indonesia ke kancah internasional. "Kementerian Perdagangan memiliki peran strategis dalam mendukung ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi. Kita semua harus terus bersanding, saling mendukung agar ekosistem ekonomi haji berkembang berkelanjutan," ujar Jaenal.

Standarisasi Produk dan Sertifikasi Halal yang Ketat

Selain kemudahan akses, kualitas produk yang akan dipasarkan menjadi perhatian utama dalam kolaborasi ini. Pemerintah tidak ingin sekadar menyediakan platform belanja, namun juga menjamin keamanan konsumen. Oleh karena itu, Kemendag menekankan pentingnya standar kualitas dan sertifikasi produk, khususnya untuk makanan yang akan dipasarkan kepada jemaah haji.

Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bagi konsumen agar jemaah mendapatkan produk yang benar-benar bermutu. "Untuk produk makanan, kami menekankan pentingnya sertifikasi halal resmi. Setiap produk yang telah bersertifikat menjamin kualitas, kebersihan, dan kesehatan, sehingga jemaah dapat berbelanja dengan aman dan nyaman," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi.

Membuka Pasar Global Melalui Ekspo UMKM Haji dan Umrah

Sejalan dengan peluncuran platform, pemerintah juga berencana menggelar perhelatan besar untuk mempromosikan potensi lokal. Selain itu, kata Jaenal, pertemuan ini membahas rencana Ekspo UMKM Haji dan Umrah, sebuah program yang mendorong partisipasi UMKM nasional. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang pasar lebih luas bagi produk-produk lokal dan meningkatkan peran UMKM dalam rantai nilai ekonomi haji secara menyeluruh.

Melalui penguatan kolaborasi lintas kementerian ini, Fajarini dari Ditjen PEN Kemendag menyatakan rasa optimisme yang besar. Pihaknya yakin bahwa ekosistem ekonomi haji dan umrah akan terus berkembang, sekaligus meningkatkan kontribusi produk nasional dalam skala global. Dengan adanya platform yang akan hadir pada Maret mendatang, jemaah haji diharapkan dapat beribadah dengan lebih fokus tanpa harus dipusingkan oleh urusan logistik oleh-oleh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index