Barcelona

Deco Kecewa Dro Fernandez Pilih PSG Ketimbang Bertahan di Barcelona

Deco Kecewa Dro Fernandez Pilih PSG Ketimbang Bertahan di Barcelona
Deco Kecewa Dro Fernandez Pilih PSG Ketimbang Bertahan di Barcelona

JAKARTA - Kehilangan permata muda yang baru saja mekar merupakan mimpi buruk bagi setiap klub yang mengandalkan filosofi pembinaan akademi. Bagi Barcelona, kepergian Pedro ‘Dro’ Fernandez ke Paris Saint-Germain (PSG) bukan sekadar urusan transaksi finansial, melainkan sebuah kehilangan strategis yang memukul jantung proyeksi masa depan klub. Meski bursa transfer sering kali diwarnai perpindahan pemain bintang, kepergian talenta belia yang telah dipersiapkan untuk menjadi tulang punggung tim utama menyisakan lubang kekecewaan yang sulit ditutup oleh sekadar kompensasi uang.

Manajemen klub kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa rencana matang yang telah disusun untuk sang pemain buyar dalam sekejap. Fenomena pembajakan pemain muda dengan memanfaatkan celah kontrak kini menjadi tantangan nyata bagi klub-klub besar, di mana loyalitas sering kali kalah cepat dibanding agresivitas klub kaya Eropa dalam menebus klausul pelepasan yang relatif terjangkau.

Kekecewaan Mendalam Manajemen Barcelona Atas Hengkangnya Dro

Keputusan pemain muda untuk mencari tantangan baru di luar Spanyol memicu reaksi keras dari jajaran pimpinan klub di Camp Nou. Direktur Olahraga Barcelona, Deco, akhirnya buka suara terkait kepergian pemain muda berbakat, Pedro 'Dro' Fernandez, ke raksasa Liga Perancis (Ligue 1), Paris Saint-Germain. Kepergian ini dirasakan sebagai sebuah ironi, mengingat sang pemain baru saja mulai mencicipi atmosfer tim senior.

Keputusan Dro Fernandez untuk meninggalkan Barcelona memicu kekecewaan mendalam di internal klub, mengingat ia baru saja berhasil menembus skuad utama musim ini. Meskipun Barcelona telah berupaya memagari sang pemain, Dro Fernandez lebih memilih untuk melanjutkan kariernya bersama PSG dengan nilai transfer mencapai 8 juta euro (sekitar Rp 160,7 miliar). Kepergian ini tidak hanya mengejutkan manajemen, tetapi juga dikabarkan membuat pelatih Hansi Flick merasa frustrasi karena telah menginvestasikan banyak waktu untuk membina gelandang serang potensial tersebut.

Kronologi Kontrak dan Celah Klausul Pelepasan

Dalam upaya memberikan transparansi kepada para penggemar, pihak manajemen menjelaskan latar belakang hukum yang memungkinkan kepindahan ini terjadi begitu cepat. Dalam sebuah wawancara dengan TNT Sports Brazil, Deco memaparkan kronologi kontrak sang pemain untuk memperjelas posisi klub saat itu. Deco menekankan bahwa saat kontrak awal disepakati, fokus utama klub hanyalah pada pengembangan bakat sang pemain.

Menurutnya, Dro Fernandez menandatangani kontrak profesional pertamanya pada Maret 2024. Saat itu, pihak klub tidak mempermasalahkan siapa agen yang mewakilinya karena fokus utama klub adalah pada kualitas teknis sang pemain. “Dro adalah seorang anak yang berusia 16 tahun pada Januari 2024 dan menandatangani kontrak profesional pertamanya pada bulan Maret," kata Deco dikutip dari Barca Universal. "Selama periode ini, dia datang menemui kami dua atau tiga kali. Kami tidak peduli siapa agennya, tetapi yang lebih penting adalah profil pemainnya."

Nilai Pasar Pemain Muda dan Dilema Kontrak Perdana

Deco menjelaskan bahwa kepindahan ini dimungkinkan karena adanya klausul pelepasan senilai 6 juta euro, sebuah angka yang lazim ditemukan pada kontrak perdana pemain muda. Angka ini sering kali menjadi pedang bermata dua; di satu sisi memberikan perlindungan awal, namun di sisi lain menjadi target empuk bagi klub dengan kekuatan finansial besar seperti PSG.

Meskipun Barcelona mengklaim telah memberikan rencana pengembangan karier yang jelas agar Dro tetap bertahan, daya tarik dari Paris tampaknya lebih kuat. "Dalam kasus Dro, dia memiliki klausul 6 juta euro, seperti kebanyakan pemain yang menandatangani kontrak pertama mereka, dan yang bisa saya lakukan hanyalah menjelaskan ide kami untuknya dan konteks di mana dia bisa berkembang di sini," tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa Barcelona sebenarnya telah berupaya maksimal secara persuasif, namun terbentur pada batasan kontrak yang ada.

Dukungan Penuh Hansi Flick yang Berakhir Sia-sia

Frustrasi yang dirasakan oleh Hansi Flick sangat beralasan, mengingat pelatih asal Jerman itu telah memberikan perlakuan khusus bagi Dro dalam skema permainannya. Visi klub untuk mempertahankan Dro sebenarnya didukung penuh oleh Hansi Flick. Ia melihat Dro bukan sekadar pelapis, melainkan aset yang siap diorbitkan menjadi bintang baru di lini tengah Blaugrana.

Pelatih asal Jerman tersebut memberikan kesempatan bagi sang pemain untuk berlatih bersama tim utama dan membawanya dalam rangkaian tur pramusim agar lebih siap menghadapi kompetisi level tinggi. Debut resmi Dro saat membantu Barcelona mengalahkan Real Sociedad 2-1 sempat memberikan harapan besar bagi publik Catalan. Namun, langkah PSG yang bergerak cepat menebus klausul tersebut mengakhiri kebersamaan singkat ini, meninggalkan Barcelona dengan rasa sesal atas hilangnya potensi besar yang seharusnya bisa menjadi ikon baru di Camp Nou.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index