JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Sumatra Utara (Sumut) semakin intensif dilakukan. Fokus utama kini adalah memulihkan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang terdampak banjir serta tumpukan lumpur, agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Personel TNI Angkatan Darat dari Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam Iskandar Muda ditugaskan langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Mereka tidak hanya membersihkan lumpur, tetapi juga melakukan revitalisasi ringan pada bangunan yang rusak akibat bencana.
Pembersihan Sekolah Jadi Prioritas
Sebanyak 13 sekolah menjadi sasaran utama. Hasilnya, sebagian besar lokasi kini siap digunakan kembali. Tujuh sekolah telah selesai sepenuhnya, sedangkan sisanya menunjukkan progres signifikan.
Contohnya, pembersihan di SDN 155680 Bonalumban Link I, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), telah mencapai 62 persen. Sementara itu, SMA Swasta Fransiskus di Kecamatan Pandan, Tapteng, menunjukkan progres hampir tuntas dengan capaian 91 persen.
SMP Swasta Fransiskus mengikuti dengan progres 89 persen, sedangkan MTsN Sibolga di Desa Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, telah mencapai 75 persen.
Namun, dua sekolah masih berada di bawah 50 persen progres. SMP Negeri 3 Badiri, Kelurahan Lopian, Tapteng, baru mencapai 27 persen, dan SMKN 1 Badiri, Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Tapteng, mencapai 37 persen.
Berdasarkan pantauan Rabu, 28 Januari 2026, personel TNI masih terlihat membersihkan lumpur yang mengeras di halaman SMPN 3 Badiri. Di SMKN 1 Badiri, mereka menyemprotkan air untuk melonggarkan sisa lumpur di ruang-ruang kelas.
Tempat Ibadah Dibersihkan dan Direvitalisasi
Tidak hanya fasilitas pendidikan, TNI juga membersihkan sejumlah tempat ibadah. Di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), personel membersihkan halaman masjid menggunakan cangkul.
Kegiatan serupa berlangsung di lingkungan gereja di Kecamatan Batangtoru. Prajurit terlihat sigap mengangkut lumpur dan membersihkan area sekitar bangunan.
Selain pembersihan, revitalisasi ringan juga dilakukan. Di Desa Hutagodang, prajurit mengaduk semen untuk memperbaiki titik-titik bangunan tempat ibadah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Daftar Sekolah yang Sudah Direhabilitasi
Berikut daftar sekolah yang telah dibersihkan dan direhabilitasi oleh TNI hingga Selasa, 27 Januari 2026:
SDN 152981 Tukka 1A, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapteng (selesai)
SDN 152982 Tukka 1B, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapteng (selesai)
SDN 152983 Hutanabolon I, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng (selesai)
SDN 155678 Hutanabolon II, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng (selesai)
SDN 100704 Hutagodang, Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Tapsel (selesai)
SMP Katolik Fatima 2 Serudik, Kecamatan Serudik, Tapteng (selesai)
SMP Negeri 5 Sibolga, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga (selesai)
SDN 155680 Bonalumban Link I, Kecamatan Tukka, Tapteng (progres 62 persen)
SMA Swasta Fransiskus, Kecamatan Pandan, Tapteng (progres 91 persen)
SMP Swasta Fransiskus, Kecamatan Pandan, Tapteng (progres 89 persen)
SMP Negeri 3 Badiri, Kelurahan Lopian, Tapteng (progres 27 persen)
SMKN 1 Badiri, Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Tapteng (progres 37 persen)
MTsN Sibolga, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga (progres 75 persen)
Harapan Pemulihan Aktivitas Masyarakat
Melalui percepatan pembersihan ini, pemerintah berharap proses belajar-mengajar di sekolah dapat kembali berjalan lancar. Aktivitas ibadah di masjid dan gereja juga diharapkan segera normal, sehingga pemulihan sosial di wilayah terdampak banjir Sumut dapat terakselerasi.
Personel TNI menegaskan, meskipun beberapa lokasi masih dalam proses pembersihan, komitmen untuk menyelesaikan rehabilitasi sekolah dan tempat ibadah tetap menjadi prioritas. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan bagi masyarakat dan anak-anak yang terdampak bencana.
Dengan keterlibatan aktif TNI, masyarakat di Sumut diharapkan dapat segera kembali menjalani rutinitas normal, baik di bidang pendidikan maupun kegiatan keagamaan, sebagai bagian dari pemulihan pascabencana yang menyeluruh.