JAKARTA - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon, menegaskan percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) di Kabupaten Tapanuli Selatan agar rampung sebelum pertengahan Februari. Target itu diharapkan memastikan warga terdampak bencana tidak lagi tinggal di pengungsian saat Ramadan mendatang.
Kasum TNI memantau langsung progres pembangunan di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana.
Target Penyelesaian Huntara 14 Februari
Dalam peninjauan, Letjen TNI Richard Tampubolon menyampaikan bahwa pembangunan Huntara dan Huntap dikebut dengan melibatkan seluruh personel terkait, termasuk TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, serta tenaga pendukung lainnya.
"Seluruh petugas, baik prajurit TNI, Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maupun personel lainnya telah bekerja keras mewujudkan bangunan tersebut,” ujarnya.
Menurut Kasum TNI, lahan yang digunakan untuk pembangunan telah dilakukan pemerataan, dan bangunan contoh sesuai prototipe telah siap. Meskipun sebagian material masih menunggu pengiriman dari Pulau Jawa, proyek Huntara dan Huntap dipastikan selesai pada 14 Februari 2026.
“Semua ini dinamis, melihat kondisi cuaca dan ketersediaan bahan, tapi semua pihak memastikan ini segera direalisasikan,” tambah Letjen Richard.
Progres Pembangunan Huntara di Sumut
Kasum TNI menjelaskan bahwa pembangunan Huntara saat ini telah mencapai 80 persen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar percepatan pemulihan sosial pascabencana, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak.
Selain Huntara dan Huntap, Letjen TNI Richard Tampubolon beserta rombongan juga meninjau berbagai fasilitas umum dan sosial yang terdampak bencana, antara lain dapur umum Posko Terpadu GOR Pandan, SDN Hutanabolon 2, serta perbaikan akses jalan dan pembangunan Jembatan Armco dari Desa Hutanabolon menuju Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kolaborasi TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah
Dalam proyek ini, koordinasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, mendampingi Kasum TNI saat meninjau lokasi. Kolaborasi antara TNI, Polri, kementerian terkait, dan pemerintah daerah memastikan pembangunan Huntara dan Huntap berjalan sesuai jadwal, meski menghadapi tantangan logistik dan cuaca.
Pembangunan hunian ini juga mencakup fasilitas pendukung agar warga terdampak bisa menempati tempat tinggal yang aman dan layak. Dengan demikian, aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk ibadah dan pendidikan anak-anak, dapat kembali normal.
Harapan Masyarakat Pascabencana
Pemerintah berharap percepatan pembangunan Huntara dan Huntap dapat meminimalkan ketergantungan warga terhadap tempat pengungsian. Target rampung sebelum 14 Februari sekaligus menjadi persiapan menghadapi bulan Ramadan, agar warga bisa kembali merayakan ibadah puasa di hunian yang nyaman dan aman.
Kasum TNI menegaskan, seluruh personel yang terlibat akan bekerja tanpa henti untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemulihan sosial dan infrastruktur pascabencana di Sumut.
Dengan percepatan pembangunan ini, pemerintah menargetkan masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan bisa segera menjalani kehidupan normal kembali, sekaligus mengurangi risiko dampak sosial dan psikologis akibat tinggal di pengungsian dalam jangka waktu lama.