JAKARTA - Setiap menjelang Ramadan, masyarakat kerap menghadapi tekanan tambahan akibat kenaikan harga sembako yang hampir rutin terjadi. Lonjakan harga komoditas pokok seperti cabai, bawang merah, minyak goreng, dan daging tidak hanya menekan daya beli warga, tetapi juga menjadi cerminan dari persoalan struktural dalam tata niaga dan distribusi pangan nasional.
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Sarifah Suraidah, menekankan bahwa kenaikan harga yang berulang ini menunjukkan sistem pengendalian harga pangan nasional belum berjalan optimal. Ia berharap pemerintah dapat melakukan antisipasi lebih dini agar Ramadan benar-benar menjadi bulan yang nyaman bagi masyarakat.
Kenaikan Harga Sembako Sebagai Masalah Struktural
Menurut Sarifah, pola kenaikan harga yang hampir terjadi setiap tahun mengindikasikan adanya masalah mendasar dalam distribusi dan tata niaga pangan. “Ramadan seharusnya menjadi bulan yang menenangkan bagi masyarakat, bukan justru menghadirkan kekhawatiran akibat harga kebutuhan pokok yang melonjak. Jika ini terus berulang setiap tahun, berarti ada yang belum beres dalam sistem pengendalian harga pangan kita,” ujar Sarifah saat memberikan keterangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi pangan dari produsen ke konsumen. Pengawasan pasar yang lebih ketat dan koordinasi antarinstansi terkait dinilai menjadi kunci untuk mencegah lonjakan harga yang merugikan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Dampak Terhadap Masyarakat
Kenaikan harga sembako menjelang Ramadan tidak hanya berdampak pada daya beli, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan masyarakat secara luas. Warga yang harus memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa terpaksa menyesuaikan anggaran belanja, bahkan ada yang harus mengurangi konsumsi.
Sarifah menekankan, fenomena ini seharusnya tidak menjadi beban rutin. Pemerintah harus menyiapkan strategi jangka panjang agar masyarakat tidak mengalami kesulitan setiap tahun. Hal ini mencakup penguatan stok bahan pokok, pemerataan distribusi, dan pengendalian harga di tingkat pedagang maupun distributor.
Harapan Sarifah untuk Pemerintah
Politisi Golkar itu berharap pemerintah lebih proaktif dalam memprediksi tren permintaan dan harga sembako sebelum Ramadan. Dengan langkah antisipatif, diharapkan lonjakan harga dapat ditekan sehingga masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas tanpa kekhawatiran soal kebutuhan pokok.
“Setiap jelang bulan Ramadan, pemerintah harus bisa mengantisipasi lebih dini agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat,” kata Sarifah. Menurutnya, langkah ini penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga untuk menciptakan ketenangan sosial di masyarakat.
Kebutuhan Pangan yang Stabil Selama Ramadan
Stabilitas harga sembako menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat selama bulan puasa. Sarifah menekankan bahwa pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengusaha, distributor, dan pedagang, agar distribusi pangan berlangsung lancar.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam membeli kebutuhan pokok. Pembelian secara wajar dan tidak berlebihan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan mencegah kelangkaan barang.
Kritik dan Saran Legislator
Sarifah menilai, jika masalah kenaikan harga sembako terus berulang, hal ini menunjukkan perlunya reformasi struktural dalam tata niaga pangan. Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi dan data terkini dalam memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, sehingga langkah pemerintah lebih tepat sasaran.
Langkah-langkah seperti pemantauan pasar secara rutin, pembentukan cadangan strategis, serta edukasi bagi pedagang dan masyarakat dinilai efektif untuk mencegah lonjakan harga. Sarifah berharap pemerintah dapat mengimplementasikan strategi tersebut sebelum Ramadan tiba, agar masyarakat tidak lagi terbebani setiap tahun.
Ramadan Sebagai Bulan Nyaman bagi Masyarakat
Politisi Golkar itu menegaskan, Ramadan seharusnya menjadi bulan yang menenangkan bagi masyarakat. Pemerintah memiliki peran besar dalam memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau. Dengan pengendalian harga dan distribusi yang lebih baik, masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang dan fokus pada kegiatan sosial dan keagamaan.
Sarifah berharap, evaluasi dan antisipasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat tahunan, tetapi menjadi strategi jangka panjang agar harga sembako stabil dan distribusi pangan lebih efisien. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menghadapi beban rutin setiap kali bulan Ramadan tiba.