Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42%, Kredit Perbankan Naik 3,08% per Juli 2026

Minggu, 20 September 2026 | 15:19:00 WIB
Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42%, Kredit Perbankan Naik 3,08% per Juli 2026

LITERASIKEUANGAN.COM — Ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,42% secara year on year pada triwulan II-2026, ditopang konsumsi masyarakat yang tetap kuat. Bank Indonesia mencatat intermediasi perbankan ikut menggeliat dengan kredit naik 3,08% dan dana pihak ketiga tumbuh 8,08% per Juli 2026.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto menyampaikan data itu di Manado, Sabtu (19/9/2026). Menurutnya, resiliensi ekonomi daerah tetap terjaga meski tekanan eksternal masih membayangi.

Dari sisi konsumsi, survei BI menunjukkan Indeks Penjualan Riil di Kota Manado masih solid. Indeks Ekspektasi Harga juga mengindikasikan optimisme bahwa harga tetap terkendali hingga akhir 2026.

Kredit Tumbuh, NPL Terjaga di 2,77%

Intermediasi perbankan tercatat positif. Kredit per Juli 2026 naik 3,08% secara year on year, sementara dana pihak ketiga tumbuh lebih cepat, 8,08%.

Kualitas kredit tetap aman dengan rasio non performing loan (NPL) di level 2,77%. Angka itu menunjukkan risiko pembiayaan belum memburuk meski aktivitas usaha meluas.

Dari sisi dunia usaha, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat saldo bersih tertimbang meningkat signifikan pada triwulan III-2026. Sinyal ini menandakan ekspansi aktivitas usaha sedang berlangsung.

Inflasi Kumulatif 3,68%, BI Minta Sinergi Diperkuat

Joko mengingatkan perkembangan harga tetap perlu dicermati. Inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 sudah mencapai 3,68% secara year to date.

Angka itu masih berada di dalam rentang sasaran 2,5% plus minus satu persen, tetapi ruang geraknya makin sempit. Karena itu, BI meminta penguatan sinergi untuk menjaga pasokan dan kelancaran distribusi.

"Berdasarkan hasil survei BI, konsumsi masyarakat Kota Manado tetap kuat tercermin dari Indeks Penjualan Riil," kata Joko.

Ia menekankan data responden survei menjadi dasar penyusunan asesmen dan rekomendasi kebijakan. Tujuannya agar kebijakan tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi daerah.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Perbankan

Pertumbuhan 5,42% menempatkan Sulut di atas rata-rata nasional pada periode yang sama. Bagi perbankan, pertumbuhan DPK yang lebih cepat dari kredit menyisakan likuiditas yang bisa disalurkan.

Bagi pelaku usaha, sinyal ekspansi dari SKDU memberi ruang untuk menambah kapasitas. Namun, kenaikan inflasi kumulatif menuntut kehati-hatian dalam mengelola biaya bahan baku dan distribusi.

BI menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, bank sentral, dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga daya beli sekaligus stabilitas harga hingga akhir tahun.

Terkini