Trump Teken UU Sanksi Baru, Energi dan Pertahanan Rusia Jadi Sasaran

Sabtu, 19 September 2026 | 14:36:00 WIB
Trump Teken UU Sanksi Baru, Energi dan Pertahanan Rusia Jadi Sasaran

LITERASIKEUANGAN.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani undang-undang yang membuka jalan bagi sanksi baru terhadap sektor energi dan pertahanan Rusia. Aturan ini juga memberi Trump wewenang mengenakan tarif hingga 100 persen kepada negara yang masih membeli minyak dan gas Rusia — langkah yang berpotensi menyeret China dan India ke pusaran konflik dagang.

Undang-undang tersebut disetujui Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik dengan perolehan suara 262 berbanding 159. Penandatanganan dilakukan pada Jumat (18/9), mempercepat langkah Washington menekan Moskow terkait perang di Ukraina.

Sasaran utamanya bukan hanya Presiden Vladimir Putin dan pejabat tinggi Rusia. Aturan baru ini juga membidik "armada bayangan" kapal tanker Rusia yang selama ini dipakai untuk mengelabui sanksi Barat.

Tarif 100 Persen dan Dilema Negara Pembeli

Wewenang tarif menjadi poin paling sensitif dalam paket aturan ini. Trump bisa mengenakan bea hingga 100 persen terhadap pembeli utama minyak dan gas Rusia.

AFP menyebut langkah itu berpotensi mencakup China dan India — dua negara yang selama ini menyerap sebagian besar ekspor energi Rusia. Tujuannya jelas: memutus aliran pendapatan yang membiayai perang Moskow.

India merespons dengan nada hati-hati. Pada Kamis (17/9), pemerintah India menyatakan akan terus membeli minyak "melalui diversifikasi sumber pasokan."

Perpecahan Tak Biasa di Kubu Demokrat

Yang menarik, wewenang tarif luas itu justru memicu perpecahan di Partai Demokrat. Mereka umumnya mendukung Ukraina, tapi enggan menyerahkan kendali perdagangan yang lebih besar kepada Trump.

RUU ini juga menyasar perusahaan dan pihak asing yang mendukung militer Rusia. Sanksi yang melibatkan Iran turut diperluas dalam paket yang sama.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut pengesahan undang-undang tersebut. Ia menyebutnya punya makna simbolis dan berterima kasih kepada para legislator AS.

Bayang-Bayang Pertemuan Trump-Xi

Penandatanganan ini terjadi sepekan sebelum jadwal pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington. Timing-nya bisa membaca dua arah: tekanan sebelum negosiasi, atau justru pemicu ketegangan baru.

Bagi pasar energi global, aturan ini menambah lapisan ketidakpastian. Negara-negara yang bergantung pada minyak Rusia murah kini harus menghitung ulang risiko dagang mereka.

Dampaknya ke Asia, termasuk Indonesia, akan terasa lewat pergerakan harga minyak dan dinamika aliansi dagang. Jakarta yang bukan pembeli utama minyak Rusia mungkin tak langsung tersentuh — tapi gejolak harga energi global selalu punya cara sampai ke sini.

Terkini