Kapal Feri Karam di Laut Jawa, 126 Penumpang Masih Hilang

Sabtu, 19 September 2026 | 12:54:00 WIB
Kapal Feri Karam di Laut Jawa, 126 Penumpang Masih Hilang

LITERASIKEUANGAN.COM — Tim penyelam gabungan mulai masuk ke badan Kapal Feri Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, Jumat, setelah lima hari gelombang tinggi menghambat operasi pencarian. Tiga jenazah berhasil diangkat dari dalam lambung kapal, sementara 126 penumpang dan awak masih dinyatakan hilang.

Kapal feri Virgo Transport 8 membawa 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perjalanan 20 jam itu berakhir ketika kapal terbalik di cuaca buruk pada Minggu dini hari.

Sembilan orang kini dikonfirmasi tewas dan 108 selamat. Tim penyelam yang mampu bekerja di kedalaman lebih dari 100 meter sudah dikerahkan ke lokasi.

Operasi Penyelamatan Dimulai Setelah Cuaca Membaik

Arus kuat dan gelombang besar membatasi upaya penyelamatan selama lima hari. Otoritas akhirnya memutuskan pada Jumat untuk menegakkan kembali kapal agar proses evakuasi bisa berjalan.

Penyelam berhasil masuk ke dalam kapal pada Jumat dan menemukan jasad dua pria dan satu wanita. Arus deras memaksa pencarian di bawah air dihentikan sementara.

Komandan Angkatan Laut setempat, Galih Nurna Putra, menyatakan tim ahli telah didatangkan untuk membantu operasi. "Operasi penyelamatan sedang berlangsung," ujarnya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa "ada pengamatan kemarin".

Kondisi Kapal Belum Stabil, Penyelam Hadapi Risiko

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyebut tim baru bisa melanjutkan pengangkatan jenazah setelah kapal ditegakkan. Sebelum proses itu tuntas, penyelam menghadapi risiko besar jika memaksa masuk ke kapal yang terbalik.

Kapal tersebut belum stabil karena masih ada udara terperangkap dan kompartemen kosong. Kondisi itu berpotensi membuat lambung kapal bergeser tak terduga.

Posisi kapal sekitar 80 mil laut atau 148 kilometer dari pusat komando di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Menurut pejabat SAR lainnya, Arianto Ardi, lokasi itu sulit dijangkau.

Operasi penyelamatan akan dipimpin pemilik kapal sesuai ketentuan hukum Indonesia. Badan SAR, angkatan laut, dan polisi maritim bertindak sebagai pendukung.

Sebelumnya 1.100 Personel Dikerahkan

Cuaca buruk sempat menghambat 1.100 penyelamat yang dikerahkan mencari orang hilang. Tim penyelamat menargetkan menyeret kapal ke perairan lebih dangkal sebelum ditegakkan.

Indonesia bergantung pada feri untuk menghubungkan 17.000 pulau. Transportasi laut dinilai lebih murah dan mudah diakses dibanding penerbangan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jumlah warga negara asing di antara penumpang. Pemerintah Indonesia belum merilis pernyataan baru soal kelanjutan operasi setelah kapal ditegakkan.

Terkini