Anggaran 1.269 KNMP 2026 Capai Rp10 Triliun, Ini Rincian KKP

Selasa, 15 September 2026 | 19:44:01 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan dana yang diperlukan guna mendirikan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun 2026 mencapai kisaran Rp10 triliun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menuturkan bahwa alokasi dana untuk tiap wilayah akan berbeda-beda lantaran disesuaikan dengan tipe serta keperluan spesifik dari masing-masing KNMP tersebut.

“Anggarannya bervariasi karena sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama,” ucap Trenggono selepas pertemuan koordinasi percepatan pembangunan KNMP di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Trenggono menjabarkan besaran biaya pendirian satu KNMP bertipe hub atau pusat ditaksir berada di angka Rp8 miliar hingga Rp11 miliar.

Di sisi lain, proyeksi biaya bagi KNMP bertipe penyangga diprediksi berada pada kisaran Rp3 miliar sampai Rp5 miliar untuk tiap lokasinya.

"Hub mungkin sekitar antara Rp8 miliar sampai Rp11 miliar. Lalu kalau dia penyangga, kira-kira Rp3 miliar sampai Rp5 miliar, kira-kira begitu," paparnya.

Mengenai keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan KNMP pada 2026, Trenggono memperhitungkan totalnya mencapai Rp10 triliun. Kendati demikian, Trenggono menyebutkan nominal itu masih harus dikalkulasi ulang secara lebih mendetail.

"Jumlah yang dibangun kira-kira angkanya sekitar Rp10 triliun ya kalau enggak salah ya. 2026 itu Rp10 triliun ya," tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa pemerintah membidik pendirian 5.000 KNMP sampai akhir tahun 2029 guna mendorong aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan pesisir.

Berdasarkan pemaparan Zulhas, KNMP akan dibekali beragam fasilitas penunjang aktivitas nelayan, di antaranya tempat pelelangan ikan (TPI), akses bersandar kapal, ruang pendingin (cold storage), bengkel, pabrik es, hingga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

Pada periode sebelumnya, KKP sudah merampungkan pengerjaan 65 KNMP untuk tahap I di akhir bulan April 2026.

KKP turut membentuk Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP lewat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026 demi memastikan pemakaian fasilitas yang sudah didirikan berjalan optimal.

Selama fase uji coba operasionalnya, ke-65 KNMP tahap I ini berhasil mencatatkan distribusi 273,6 ton hasil tangkapan laut dengan nilai mencapai Rp11,10 miliar terhitung hingga 14 Agustus 2026.

Pasokan hasil perikanan itu bersumber dari beberapa lokasi KNMP seperti di Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, serta Merauke, yang mencakup komoditas seperti tuna, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.

Dalam rencana pengerjaan tahun 2026 mendatang, KKP akan menerapkan sistem klaster yang mengintegrasikan KNMP berstatus hub dengan kawasan penyangga.

KNMP hub ditugaskan sebagai titik pusat konsolidasi serta pengolahan produk perikanan, sementara area penyangga difungsikan untuk titik pengumpulan hasil tangkapan, penyediaan tempat pendaratan, serta rantai pendingin tahap awal.

Terkini