Wamenkomdigi: Teknologi Perikanan Maros Bukti Internet Berdampak

Selasa, 15 September 2026 | 18:49:01 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai bahwa terobosan warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam menggunakan teknologi digital pada bidang perikanan budidaya merupakan wujud nyata dari konektivitas yang memberikan dampak positif.

Langkah ini tampak pada pembangunan area wanamina (silvofishery) yang menggunakan perangkat digital untuk tata kelola tambak secara terukur dan berbasis data. Program ini dijalankan melalui kerja sama antara warga, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, serta Common Room.

"Kami menyaksikan bagaimana warga menggunakan teknologi digital untuk mengukur kadar garam, suhu, lalu mencatatnya sebagai big data dan membuat proyeksi ke depan," ucap Nezar ketika membuka acara Rural ICT Camp 2026, berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Di samping membuktikan bahwa koneksi internet mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi publik, inisiatif tersebut juga krusial karena memperlihatkan cara sebuah komunitas dalam membangun kemandirian pangan dan ketahanan iklim.

Memiliki ketahanan iklim sangatlah esensial di masa kini, mengingat cuaca ekstrem telah memunculkan tantangan nyata di lapangan. Sebagai contoh pada kondisi saat ini, musim kemarau yang berkepanjangan bisa mengancam kehidupan komoditas perikanan seperti ikan dan kepiting akibat melonjaknya tingkat salinitas.

Melalui pemakaian data yang dihimpun dari peranti digital, metode tersebut mampu menolong para petambak dalam menentukan tindakan mitigasi secara lebih cepat dan efisien.

Melihat kesuksesan internet membawa dampak baik bagi masyarakat di Kabupaten Maros, Nezar berharap agar transformasi digital ke depannya bisa makin meluas di berbagai level komunitas warga.

Ia menegaskan bahwa indikator kesuksesan transformasi digital pada level komunitas tidak diukur dari kuantitas gawai atau aplikasi yang diciptakan, melainkan dari manfaat yang sukses mendongkrak kualitas hidup warga sekitarnya.

"Ukuran keberhasilan komunitas bukan berapa banyak aplikasi yang dibuat atau berapa banyak perangkat yang dipasang. Ukurannya adalah apakah komunitas menjadi lebih berdaya, ekosistem lebih terjaga, dan penghidupan masyarakat menjadi lebih tangguh," tegas Nezar.

Pemerintah memiliki komitmen penuh dalam menyokong inisiatif warga yang memanfaatkan teknologi dengan dampak nyata di wilayah lain, yakni dengan cara memperluas jaringan telekomunikasi menuju kawasan-kawasan nonkomersial.

Melalui perhelatan Rural ICT Camp 2026, Nezar menaruh harapan agar kegiatan ini bisa difungsikan sebagai laboratorium maupun ruang uji untuk menakar efektivitas teknologi yang lahir dari konektivitas berdampak bagi kepentingan masyarakat luas.

"Semoga dari tempat ini lahir model-model pemanfaatan internet yang dapat kami kembangkan untuk komunitas-komunitas lain di seluruh Indonesia," pungkas Nezar.

Terkini

Alasan Jalur Kereta Mati Tak Masuk Reforma Agraria

Selasa, 15 September 2026 | 20:39:01 WIB

Suahasil Nazara Jabat Menkeu, Begini Harapan DJPb Sumsel

Selasa, 15 September 2026 | 20:29:02 WIB

Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya Jadi Menkeu

Selasa, 15 September 2026 | 20:24:31 WIB