MTQ Nasional 2026 Dorong Perputaran Ekonomi Jateng

Selasa, 15 September 2026 | 18:04:01 WIB
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Abu Rokhmad. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, mampu mencetak perputaran ekonomi mencapai Rp1,2 triliun berkat hadirnya ribuan peserta, pendamping, ofisial, serta tamu undangan.

"Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun," ungkap Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Abu menjelaskan bahwa potensi ini mengindikasikan perhelatan MTQ memberikan dampak positif yang sangat luas bagi daerah penyelenggara. Mobilitas peserta maupun masyarakat memicu peningkatan kegiatan di bidang akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, sampai dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Abu, bergeraknya roda ekonomi tersebut berasal dari aktivitas peserta dan tamu undangan saat menjalani ragam acara MTQ. Pengeluaran untuk akomodasi, konsumsi, transportasi, buah tangan, dan berbagai keperluan penunjang acara menjadi komponen utama dalam denyut ekonomi selama ajang ini berlangsung.

Adapun MTQ Nasional XXXI ini diselenggarakan mulai 11 hingga 20 September 2026. Tercatat sebanyak 2.242 peserta yang mewakili 37 provinsi turut serta dalam delapan cabang, 24 golongan, serta 48 kategori perlombaan yang tersebar di 12 lokasi berbeda.

Rangkaian acara MTQ ini juga dikemas bersama aneka kegiatan penunjang guna memperbesar partisipasi masyarakat umum.

Di luar kompetisi membaca Al Quran, turut digelar pula Kemenag Expo, bazar UMKM dan aneka produk halal, pameran mushaf serta manuskrip Al Quran, muzakarah ilmiah Al Quran, hingga pentas seni dan budaya Islami.

Abu menambahkan bahwa berbagai fasilitas ini membuka jalan bagi para pelaku usaha lokal maupun daerah untuk memasarkan produk mereka kepada pengunjung dari penjuru wilayah. Kegiatan ekonomi yang tercipta selama MTQ ini juga diyakini mampu memperlebar relasi bisnis serta menciptakan peluang pasar yang baru.

"MTQ ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Ada peserta, pendamping, official, tamu, dan masyarakat yang bergerak selama kegiatan berlangsung," pungkas Abu.

Terkini

Penyelundupan Emas 29 Kg di Empat Bandara Digagalkan Bea Cukai

Selasa, 15 September 2026 | 20:00:01 WIB

Revisi UU KADIN: Solusi Tantangan Industri Era AI

Selasa, 15 September 2026 | 19:57:01 WIB

6.000 Hektare Tambak Pantura Jawa Siap Direvitalisasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:49:01 WIB

Anggaran 1.269 KNMP 2026 Capai Rp10 Triliun, Ini Rincian KKP

Selasa, 15 September 2026 | 19:44:01 WIB