Zulhas Sebut Ekspor ke Thailand Perluas Pasar Bawang Merah Brebes

Senin, 14 September 2026 | 10:33:02 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Foto: via kemenkopangan.go.id]

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan ekspor bawang merah asal Brebes, Jawa Tengah, ke Thailand memperluas jangkauan pasar bagi petani usai pasokan komoditas itu di dalam negeri mencukupi.

“Kami bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kami dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor,” kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Hal itu diungkapkan Menko sewaktu meninjau sekaligus melepas pelepasan pengiriman bawang merah ke Thailand dari fasilitas penyimpanan atmosfer terkendali (controlled atmosphere storage/CAS) di Brebes, Jawa Tengah.

Kemenko Pangan mencatat Kabupaten Brebes terhitung sebagai salah satu sentra utama bawang merah dengan andil berkisar 20 persen terhadap pasokan nasional serta sekitar 60 persen terhadap hasil produksi Jawa Tengah.

Cakupan luas tanam bawang merah di wilayah tersebut berada di angka 30 ribu hingga 35 ribu hektare per tahun dengan volume produksi sekitar 300 ribu sampai 350 ribu ton.

Di samping Thailand, bawang merah dari Brebes sudah dikirim ke Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Zulhas menerangkan ekspansi pasar ekspor mesti tetap memperhatikan ketersediaan stok serta stabilitas harga domestik agar kenaikan produksi turut memberi nilai tambah bagi petani.

“Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang dihimpun Badan Pangan Nasional (Bapanas), hasil produksi bawang merah nasional pada 2026 diprediksi menembus 1,32 juta ton, sementara tingkat kebutuhan konsumsi berada di kisaran 1,25 juta ton.

Bapanas sebelumnya mendata produksi bawang merah nasional pada 2025 berada pada angka 1,43 juta ton dengan tingkat konsumsi 1,23 juta ton. Kelebihan stok itu membuka peluang bagi Indonesia untuk mengapalkan sebanyak 1.560 ton bawang merah ke mancanegara.

Pemerintah juga mengupayakan penyerapan bawang merah hasil panen petani guna menyokong kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) via Badan Gizi Nasional (BGN) demi memperkokoh pasar dalam negeri.

Selain memperbesar jangkauan pasar, pemerintah merancang penguatan sektor perbenihan dan peningkatan produktivitas bawang merah, termasuk menekan ketergantungan pada benih impor.

Upaya penguatan tersebut ditujukan untuk menunjang produksi bawang merah berspesifikasi mutu yang selaras dengan standar pasar domestik maupun mancanegara.

Terkini