Laba Semester I Lampaui Target, PT Timah Revisi RKAP 2026

Kamis, 10 September 2026 | 02:22:31 WIB
PT Timah (Persero) Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Timah (Persero) Tbk mengusulkan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 menyusul pencapaian kinerja keuangan paruh pertama tahun ini yang berhasil melampaui berbagai target tahunan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah Fina Eliani mengemukakan bahwa perseroan mengajukan target finansial yang lebih tinggi seiring dengan realisasi kinerja yang membanggakan hingga Juni 2026.

"Oleh karena itu, PT Timah saat ini sedang mengajukan RKAP perubahan kepada pemegang saham agar dari sisi finansial kami mendapatkan target yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang sebelumnya disetujui," ucap Fina dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa besaran target anyar tersebut belum dapat diumumkan ke publik karena usulan perubahan RKAP ini masih berada dalam tahap peninjauan serta persetujuan para pemegang saham.

"Untuk berapa besar targetnya, belum dapat kami sampaikan mengingat saat ini masih dalam proses persetujuan dari pemegang saham," tuturnya.

Berdasarkan dokumen pemaparan perseroan, Timah sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,72 triliun pada semester I 2026, yang menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 805 persen jika dikomparasikan dengan perolehan Rp300 miliar pada rentang waktu yang serupa tahun lalu.

Angka realisasi laba bersih tersebut bahkan telah melampaui target awal RKAP 2026 yang dipatok senilai Rp1,61 triliun.

Sementara itu, merujuk pada data dalam lembar paparan, tertera catatan laba bersih semester I sebesar Rp2.715 miliar berbanding target RKAP sejumlah Rp1.605 miliar.

Di samping laba bersih, perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) turut melesat hingga mencapai Rp3,90 triliun, atau mengalami kenaikan 363 persen dibandingkan catatan Rp841 miliar pada semester I 2025. Capaian ini juga sukses melewati target setahun penuh sebesar Rp2,98 triliun.

Dalam periode yang sama, total pendapatan perseroan tercatat menyentuh angka Rp10,42 triliun, bertumbuh 147 persen dari perolehan Rp4,22 triliun pada paruh pertama tahun sebelumnya, di mana target pendapatan dalam RKAP 2026 semula dipatok pada angka Rp15,35 triliun.

Fina menjelaskan bahwa lonjakan laba ini didukung oleh peningkatan kinerja produksi, kenaikan harga jual rata-rata, serta efisiensi lewat penurunan harga pokok penjualan (HPP).

"Kenaikan laba ini sejalan dengan kenaikan kinerja produksi, baik ore maupun logam seperti yang tadi sudah disampaikan, dibantu juga dari kenaikan harga jual rata-rata serta penurunan HPP," jelasnya.

Dari segi operasional, volume produksi bijih timah sepanjang semester I 2026 tercatat mencapai 12.232 ton kandungan timah (Sn) atau mengalami pertumbuhan sebesar 75 persen secara tahunan.

Peningkatan serupa juga terjadi pada produksi logam timah yang naik 58 persen menjadi 10.865 metrik ton, sementara volume penjualan komoditas tersebut terkerek hingga 85 persen menjadi 10.984 metrik ton.

Adapun harga jual rata-rata logam timah milik perseroan pada semester I 2026 berada di kisaran 49.794 dolar AS per metrik ton, atau menanjak 52 persen apabila dibandingkan dengan catatan 32.816 dolar AS per metrik ton pada paruh pertama 2025.

Direktur Produksi dan Komersial Timah Ilhamsyah Mahendra menambahkan bahwa kuatnya hasil penjualan dan operasional pada paruh awal tahun ini menumbuhkan keyakinan tinggi bagi manajemen terhadap tren produktivitas hingga penutupan tahun.

"Melihat capaian semester I dari sisi penjualan dan kinerja operasi, perseroan sangat optimistis bahwa produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun 2026," ujar Ilhamsyah.

Pernyataan tersebut turut dikonfirmasi dan termuat dalam siaran pers resmi yang diterbitkan oleh pihak perseroan.

Meninjau kondisi neraca keuangan, total aset perusahaan tercatat senilai Rp16,45 triliun per akhir Juni 2026 yang menandakan pertumbuhan 21 persen secara tahunan, sementara ekuitas menguat ke posisi Rp10,55 triliun atau naik 25 persen.

Arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasional tercatat melompat ke angka Rp3,32 triliun, atau melonjak drastis hingga 608 persen secara tahunan.

Pada saat yang bersamaan, posisi utang berbunga perseroan berhasil ditekan menjadi Rp1,08 triliun, turun 31 persen jika disandingkan dengan posisi akhir tahun 2025.

Fina juga mengungkapkan bahwa para pemegang saham turut memberikan arahan agar target perolehan laba perseroan pada tahun 2027 dipatok lebih tinggi daripada target laba yang nantinya resmi disahkan dalam revisi RKAP 2026.

"Dari sisi pemegang saham juga menargetkan Timah Tbk sebagai anggota holding MIND ID agar target bottom line di tahun 2027 harus lebih tinggi jika dibandingkan target laba nanti di tahun 2026," pungkas Fina.

Terkini

OJK Pastikan SWAP Harus Ulang Proses IPO Akibat Penundaan

Kamis, 10 September 2026 | 04:11:02 WIB

Vale Target Produksi 67.645 Ton Nikel

Kamis, 10 September 2026 | 03:58:01 WIB

Koke Minta Media Hentikan Rumor Kepindahan Julian Alvarez

Kamis, 10 September 2026 | 03:53:31 WIB