JAKARTA - Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti tak sekadar memperkokoh program edukasi, melainkan turut mempererat kerja sama komunitas serta pengoptimalan teknologi demi memperluas keterjangkauan masyarakat sekaligus mendongkrak angka kunjungan publik.
Penanggung Jawab Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Linda Siagian dalam agenda rapat kerja bersama Komisi X DPR RI yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa museum pada masa kini tidak lagi ditempatkan sebagai entitas tunggal, melainkan sebagai wadah kolaboratif yang ramah bagi publik.
"Jadi saat ini museum sudah tidak harus berdiri sendiri, tapi kami sudah lebih menekankan menjadi ruang yang bersifat kolaboratif dengan masyarakat," ujar Linda dalam paparannya.
Metode ini menjadi langkah strategis Museum Kepresidenan RI demi mengikis citra museum yang terdahulu terkesan kaku dan terbatas, menjadi arena publik yang kian inklusif serta terbuka bagi masyarakat luas, baik lewat kunjungan tatap muka maupun secara daring.
Salah satu inisiatif yang terus dimaksimalkan yakni fasilitas edukasi yang menyatu dengan sektor pendidikan melalui agenda Museum Goes to School yang berjalan konsisten sejak 2023 atas kolaborasi bersama Dinas Pendidikan, khususnya di wilayah Kota Bogor.
Di samping merangkul publik lewat institusi pendidikan, pengelola museum juga menyediakan ruang kerja sama dengan beraneka komunitas melalui kegiatan walking tour dan proyek bersama komunitas yang disiapkan sebagai bagian dari trik museum dalam meluaskan partisipasi masyarakat sekaligus ajang promosi.
Langkah memperluas jangkauan publik juga ditempuh lewat optimalisasi teknologi digital dengan menghadirkan fasilitas tur virtual 360 derajat.
Inovasi ini memungkinkan masyarakat yang berhalangan hadir secara fisik tetap dapat mengeksplorasi informasi serta koleksi museum, di samping pemanfaatan jejaring media sosial, sajian audiovisual, hingga papan permainan interaktif yang dapat dimainkan pengunjung untuk menyerap wawasan seputar koleksi dan sejarah kepresidenan.
Sejak berdiri dan diresmikan pada 2014, perolehan benda sejarah di Museum Kepresidenan RI terus bertambah, terlihat dari deretan koleksi yang pada 2016 terdata sebanyak 349 unit, kemudian melesat hingga 1.122 unit pada penutupan 2025. Dari total tersebut, sebanyak 603 item koleksi telah terdata secara resmi pada sistem Registrasi Nasional Museum.
Sementara itu hingga kurun Desember 2025, tercatat sebanyak 54.941 orang telah mengakses atau menyambangi museum, yang mana tidak hanya datang dari kawasan Jabodetabek melainkan menyebar dari pelbagai pelosok Indonesia, meliputi Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, sampai Papua, serta dari mancanegara.
Guna menggenjot angka kunjungan secara berkelanjutan, pengelola museum juga menggandeng bermacam mitra strategis, di antaranya PT KAI, media cetak, hingga media siber.