Bos Hermina Beberkan Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah

Selasa, 08 September 2026 | 04:32:32 WIB
PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL). (Foto: NET)

JAKARTA – Manajemen emiten rumah sakit Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menegaskan fluktuasi pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan sepanjang tahun berjalan.

Direktur Utama Medikaloka Hermina Yulisar Khiat menjelaskan bahwa proses pengadaan bahan baku perseroan telah menggunakan harga kesepakatan kontrak untuk durasi satu tahun penuh. 

Dengan skema tersebut, lonjakan biaya pengadaan tidak langsung menekan keuangan HEAL. 

”Untuk procurement, kami bersyukur sudah membuat komitmen selama 1 tahun penuh di 2026. Jadi hampir tidak ada dampak kenaikan dari procurement, kecuali inflasi yang memang terjadi di luar komitmen procurement,” tegasnya dalam Public Expose Live 2026, Selasa (7/9/2026).

Faktor lain yang turut memengaruhi kondisi keuangan perseroan mencakup kenaikan tarif energi yang berimbas pada pembengkakan biaya transportasi. 

Meski demikian, manajemen memastikan seluruh fasilitas pinjaman pendanaan HEAL menggunakan mata uang rupiah sehingga mengeliminasi risiko lonjakan Harga Pokok Penjualan yang ekstrem.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp3,6 triliun, atau tumbuh 6,51% year-on-year (YoY) dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,38 triliun. 

Kontribusi terbesar masih berasal dari operasional rumah sakit wilayah Jawa dan Bali senilai Rp3,07 triliun, disusul Sumatra Rp356,60 miliar, serta Kalimantan dan Sulawesi Rp274,88 miliar.

Di sisi lain, beban usaha HEAL tercatat meningkat menjadi Rp804,11 miliar akibat lonjakan biaya pemasaran dan iklan yang menanjak drastis ke angka Rp4,05 miliar dari sebelumnya Rp1,51 miliar. 

Kenaikan serupa juga terjadi pada pos beban perizinan, retribusi, dan perpajakan yang membengkak menjadi Rp20,12 miliar dari Rp11,03 miliar pada semester I/2025.

Akibat akumulasi kenaikan beban operasional dan pajak tersebut, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk HEAL mengalami koreksi sebesar 14,08% YoY menjadi Rp193,17 miliar dari Rp224,84 miliar pada semester pertama tahun lalu.

Terkini

Tips Ampuh Jaga Hubungan Erat dengan Anak yang Sedang Merantau

Selasa, 08 September 2026 | 06:12:01 WIB

Real Madrid vs Inter Milan: Ujian Berat Nerazzurri di Bernabeu

Selasa, 08 September 2026 | 06:04:02 WIB

Real Madrid Vs Inter Milan: 3 Pemain Los Blancos Absen

Selasa, 08 September 2026 | 05:59:32 WIB

Rybakina Tekuk Osaka, Selangkah Menuju Peringkat Satu Dunia

Selasa, 08 September 2026 | 05:58:01 WIB

Ryan Garcia & Conor Benn Lolos Tes Berat

Selasa, 08 September 2026 | 05:53:02 WIB