Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Atasi Paceklik

Selasa, 08 September 2026 | 02:58:02 WIB
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengutarakan bahwa realisasi penyaluran program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras 2026 berhasil melewati torehan 2025 pascadekisi pemerintah untuk mengalokasikan kuota tambahan sebanyak satu juta ton hingga penutupan tahun.

"Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras terus dipertajam pemerintah," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Pihak Bapanas menyebutkan bahwa program SPHP beras periode 2026 yang diresmikan sejak Maret dengan patokan kuota 828 ribu ton, kini realisasinya telah mendekati angka 100 persen.

"Namun tidak boleh ada kekosongan salur beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat sampai akhir 2026," ujar Amran.

Hingga 7 September, akumulasi penjualan beras SPHP telah menyentuh angka 758 ribu ton atau setara 91,55 persen. Capaian musim ini kian mendekati total penyaluran SPHP beras sepanjang 2025 yang saat itu berhenti di kisaran 802,9 ribu ton. Oleh sebab itu, pemerintah mengambil langkah menyuntikkan alokasi kuota baru sebesar 1 juta ton.

"SPHP kami tambah. Beras medium. Untuk menekan harga, ini operasi pasar besar-besaran. SPHP (beras medium) ditambah 1 juta ton," tuturnya.

Berbekal strategi tersebut, pemerintah kembali menjamin keberlanjutan program SPHP beras yang berjalan berkesinambungan sejak awal 2026. Selepas pelaksanaan SPHP beras pada Januari dan Februari 2026 sebagai perpanjangan dari program SPHP 2025, program tersebut diteruskan kembali pada awal Maret untuk periode anggaran 2026.

Sebagai informasi, program SPHP beras tahun 2026 yang bergulir Maret tersebut memegang kuota sebesar 828 ribu ton dengan sokongan anggaran subsidi harga senilai Rp4,97 triliun. Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tersebut telah siap pada pos anggaran Bapanas.

Selanjutnya, mengenai penambahan kuota 1 juta ton berdasar hasil kesepakatan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Senin (7/9) di Kemenko Pangan, akan diajukan guna memperoleh arahan langsung dari Presiden. Pasca kelulusan direktif, Kementerian Keuangan bakal menggelar penelaahan atas usulan ABT yang diserahkan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menguraikan bahwa kebijakan memperbesar kuota program SPHP beras ini ditujukan untuk meredam dampak musim paceklik. Keterjangkauan harga beras bagi masyarakat wajib dikawal pemerintah, kendati Indonesia tengah diterjang fenomena kekeringan.

"Tahun ini kering, yang disebut paceklik, pasti harganya (beras) naik. Nah untuk merespon itu, maka kami baru saja rapat memutuskan kami tambah supply-nya untuk yang beras subsidi. SPHP medium, kemarin 828 ribu ton, sudah tinggal 80 ribu lagi. Kami tambah lagi tadi 1 juta ton, SPHP medium," kata Zulhas.

Ia membeberkan bahwa manuver pemerintah ini dimaksudkan guna memasok stok beras ke pasaran secara masif hingga penghujung tahun. Upaya penyeimbangan harga beras pun diharapkan sanggup terealisasi.

"Kami tambah 1 juta ton lagi agar harga yang berada di pasar yang menaik Rp100-200 itu bisa juga turunkan kembali. Ada 1 juta ton SPHP beras medium tambahan untuk Oktober, November, Desember. (Ini) karena musim kemaraunya panjang," tambah Zulhas.

Sementara itu, menilik tren pergerakan harga beras, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras telah memperlihatkan tren melandai.

Hingga pekan pertama September, lonjakan IPH hanya tercatat pada 115 kabupaten/kota. Angka ini menyusut dibandingkan pekan pamungkas Agustus yang melaporkan sebanyak 147 kabupaten/kota masih mengalami kenaikan IPH beras.

Di sisi lain, tingkat inflasi beras hingga Agustus 2026 dilaporkan BPS mulai bergerak stabil, baik secara tahunan maupun bulanan. Laju inflasi khusus beras secara tahunan bertahan di level 2,77 persen dari posisi bulan sebelumnya yang berada di angka 3,10 persen.

Posisi ini terhitung membaik ketimbang capaian inflasi beras Agustus 2025 yang sempat menyentuh Puncak tertinggi di angka 4,24 persen.

Pada saat bersamaan, laju inflasi beras secara bulanan hingga Agustus 2026 turut melandai ke tingkat 0,42 persen usai sebelumnya parkir di angka 0,49 persen. Patut dicatat, pergerakan inflasi beras secara bulanan sepanjang 2026 ini sangat terkendali lantaran belum pernah menembus ambang 1 persen.

Terkini

Strategi SIG Jaga Kinerja Positif hingga Akhir 2026

Selasa, 08 September 2026 | 04:37:02 WIB

Bos Hermina Beberkan Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah

Selasa, 08 September 2026 | 04:32:32 WIB

AirAsia Kembali Beroperasi Normal Usai Erupsi Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 | 04:23:31 WIB