Kemdiktisaintek Dirikan AKPT untuk Perkuat Kepemimpinan Kampus

Selasa, 08 September 2026 | 20:34:32 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) guna memperkuat proses pengembangan serta regenerasi kepemimpinan di lingkup perguruan tinggi nasional.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan melalui keterangan resminya di Jakarta pada hari Selasa, menegaskan bahwa sektor pendidikan tinggi harus diposisikan sebagai pilar strategis dalam kerangka pembangunan nasional.

"Pendidikan tinggi perlu ditegakkan sebagai infrastruktur strategis pertumbuhan, menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, inovasi, perusahaan dan sebagainya," ujar Wamen Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan menguraikan bahwa AKPT disiapkan sebagai wadah kolaborasi strategis antara jajaran pimpinan perguruan tinggi saat ini dan para calon pemimpin masa depan melalui program pembinaan kepemimpinan yang berfokus pada transformasi nyata institusi.

Selain berfokus pada peningkatan kompetensi personal, AKPT turut memfasilitasi kerja sama, berbagi pengalaman, perluasan jejaring, serta akselerasi transformasi institusi pendidikan tinggi.

"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat mendorong peningkatan kapasitas produktif Indonesia," ucapnya.

Wamendiktisaintek Fauzan juga menggarisbawahi urgensi pergeseran paradigma perguruan tinggi, dari yang mulanya hanya berfokus pada aspek pengajaran agar beralih menuju orientasi pencapaian pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Menurut pandangannya, tolok ukur keberhasilan institusi pendidikan tinggi kini tidak lagi sekadar diukur dari kuantitas mahasiswa, jumlah lulusan, atau banyaknya publikasi ilmiah, melainkan sejauh mana kontribusi nyata mereka terhadap produktivitas, inovasi, daya saing industri, penciptaan lapangan kerja, serta kemajuan pembangunan.

Mengusung slogan "Mengintegrasikan Kearifan Lokal Menuju Kepemimpinan Global yang Berdampak", Wamen Fauzan menjamin bahwa AKPT senantiasa mengintegrasikan nilai-nilai kebudayaan nasional dan kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam mencetak kepemimpinan berstandar global yang memberikan dampak positif.

"Dengan pendekatan tersebut, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu berkembang dan bersaing secara global, tanpa kehilangan jati diri serta relevansinya terhadap kebutuhan bangsa," tutur Wamendiktisaintek Fauzan.

Sebagai informasi tambahan, para peserta program AKPT akan menimba wawasan langsung dari para tokoh berpengalaman, seperti mantan Mendikbud (2009-2014) Mohammad Nuh, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, Ketua Forum MWA PTN-BH Mohamad Nasir, Rektor BINUS (2009-2023) Harjanto Prabowo, serta Professor of Geopolitics and Islamic Business at ESSEC Business School, Cedomir Nestorovic.

Melalui kehadiran AKPT, Kemdiktisaintek menaruh harapan besar untuk mewujudkan ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang jauh lebih kokoh, adaptif, dan berkelanjutan.

Terkini

Penyebab Saham Kena Suspensi BEI dan Strategi Bagi Investor

Selasa, 08 September 2026 | 22:09:32 WIB

Emas vs Deposito vs ORI: Mana Investasi Pemula Terbaik?

Selasa, 08 September 2026 | 22:05:01 WIB

Kemendes Dorong Promosi Potensi Desa Lewat Video Digital

Selasa, 08 September 2026 | 22:00:01 WIB