7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Hipertensi Berbahaya

Minggu, 06 September 2026 | 00:35:32 WIB
Ilustrasi - Tekanan darah tinggi. (Foto: NET)

JAKARTA — Tekanan darah tinggi atau yang kerap disebut hipertensi berpotensi memicu komplikasi serius pada organ vital, salah satunya adalah serangan jantung. Lonjakan tekanan darah yang terjadi bukan sekadar dipicu oleh satu jenis makanan saja, melainkan bisa bersumber dari kebiasaan sehari-hari yang sering kali dianggap sepele.

Selain faktor genetika serta kondisi kesehatan bawaan, gaya hidup ternyata memegang peranan besar dalam meningkatkan tekanan darah seseorang. Berbagai kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang terbukti dapat memperparah kondisi hipertensi.

Menurut keterangan dari Mayo Clinic, kisaran tekanan darah normal pada orang dewasa berada pada angka 120/80 mm Hg. Sering kali, kondisi tekanan darah yang tinggi tidak terdeteksi secara langsung dan baru bisa dirasakan ketika keadaannya sudah semakin parah. 

Seseorang mungkin merasa tubuhnya sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, padahal tanpa disadari tekanan darahnya sedang mengalami peningkatan.

Lantas, apa saja berbagai kebiasaan yang sebaiknya mulai dikurangi sejak dini?

Pertama, konsumsi garam yang berlebihan. Mengonsumsi garam secara berlebihan dapat memicu penumpukan natrium di dalam tubuh, sehingga berakibat pada timbulnya hipertensi. Secara sederhana, jumlah natrium yang meningkat akan mengganggu keseimbangan cairan tubuh. 

Akibatnya, jantung terpaksa harus memompa darah dengan lebih kuat dan membuat tekanan darah ikut melonjak. Perlu dicatat bahwa garam dapur bukanlah satu-satunya sumber natrium yang wajib diwaspadai, sebab kandungan tersebut juga bisa ditemukan dalam makanan olahan, camilan kemasan, mi instan, makanan cepat saji, hingga berbagai bumbu masakan.

Kedua, berada dalam posisi duduk terlalu lama. Menghabiskan sebagian besar waktu sehari-hari dengan duduk saat bekerja di kantor memang terkesan sepele, namun kebiasaan jarang bergerak ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. 

Merujuk pada National Institutes of Health, berdiam diri dalam posisi duduk terlalu lama terbukti mampu meningkatkan tekanan darah secara sementara. Tubuh yang kurang aktif bergerak dalam kurun waktu lama pada akhirnya akan memengaruhi berat badan, proses metabolisme, serta kesehatan pembuluh darah.

Ketiga, kualitas tidur yang buruk. Waktu istirahat atau tidur sering kali dikorbankan demi merampungkan pekerjaan atau sekadar melakukan doom scrolling media sosial semalaman. Padahal, kurangnya waktu tidur dapat mengacaukan mekanisme tubuh serta kestabilan tekanan darah. 

Berdasarkan informasi dari U.S. Center for Disease Control and Prevention, tekanan darah seharusnya bisa menurun saat seseorang berada dalam kondisi tidur normal. 

Apabila kebutuhan tidur tidak tercukupi, tekanan darah cenderung tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, padahal hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab penyakit jantung dan stroke.

Keempat, terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dan gula. Berbagai jenis makanan yang telah melewati banyak rangkaian proses pengolahan kemungkinan besar mengandung zat aditif yang kurang baik jika dikonsumsi dalam jangka panjang. 

Mi instan, makanan beku siap saji, serta aneka produk makanan dan minuman kemasan pabrik umumnya kaya akan kandungan natrium, gula, serta lemak. Konsumsi secara berlebihan tentu akan berimplikasi langsung pada kenaikan berat badan sekaligus gangguan pada pembuluh darah, termasuk hipertensi.

Kelima, gegabah dalam mengonsumsi obat-obatan bebas. Berbagai jenis obat yang dijual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa resep dokter ternyata juga dapat memengaruhi tekanan darah. 

Beberapa produk obat atau suplemen dengan kandungan zat tertentu berisiko memicu lonjakan tekanan darah secara drastis apabila dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat hipertensi. 

Oleh sebab itu, masyarakat disarankan untuk rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala serta berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat atau suplemen apa pun secara rutin.

Terkini