Gunung Anak Krakatau Erupsi, Jauhi Radius 3 Km Kawah Aktif

Minggu, 06 September 2026 | 20:10:02 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan seluruh warga, wisatawan, pengunjung, serta pendaki agar menghindari Gunung Anak Krakatau pada radius 3 kilometer. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan seluruh warga, wisatawan, pengunjung, serta pendaki agar menghindari Gunung Anak Krakatau pada radius 3 kilometer (km) dari area kawah aktif akibat erupsi yang masih berlangsung.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @infobmkg pada Minggu (6/9/2026), erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung terjadi pada 4 September 2026 pukul 22.03 WIB. 

Peristiwa ini tercatat di seismogram memiliki amplitudo maksimum 19 milimeter (mm) dengan lama erupsi sekitar 29 detik. Erupsi ini tampak sebagai letusan Strombolian, sedangkan ketinggian kolom abu tidak terlihat.

Lewat peringatannya, BMKG menegaskan larangan bagi masyarakat dan turis untuk berkegiatan di dekat kawah aktif gunung tersebut.

“Masyarakat/Pengunjung/Wisatawan/Pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km di kawah aktif,” tegas pihak BMKG.

Lebih lanjut, warga diminta untuk terus berhati-hati terhadap aktivitas vulkanik ini dan tidak mudah terpancing oleh berita palsu atau hoaks yang beredar. 

Di samping itu, tidak ditemukan kejanggalan pada data seismograf saat erupsi berlangsung. BMKG juga mengonfirmasi bahwa tidak ada peningkatan ketinggian air laut yang dipicu oleh letusan tersebut hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB.

Pengawasan terhadap pergerakan Gunung Anak Krakatau dipastikan terus berjalan secara real-time dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait untuk meninjau perkembangan gunung api tersebut. 

Seiring masa erupsi ini, masyarakat diimbau agar menjaga ketenangan dan mengabaikan informasi yang tidak jelas kebenarannya. Rujukan informasi yang valid terkait gunung api hanya berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi via aplikasi MAGMA Indonesia.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Badan Geologi melaporkan bahwa Gunung Anak Krakatau kini berstatus Level III atau Siaga.

“Potensi ancaman bahaya erupsi saat ini berasal dari aliran lava yang dapat disertain dengan lontaran batu pijar,” tulis pernyataan PVMBG, Sabtu (5/9/2026).

Sesuai arahan teknis pada Level III (Siaga), segala bentuk aktivitas dan akses bagi warga di sekitar kawasan, wisatawan, maupun pendaki di area berjarak 3 kilometer dari pusat aktivitas dilarang keras. 

Peningkatan kewaspadaan juga sangat diperlukan guna mengantisipasi ancaman awan panas, aliran lava, lemparan batu pijar, hingga turunnya abu vulkanik lebat.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” tutup laporan tersebut.

Terkini

Sayuran Pasaran Tinggi Serat untuk Cukupi Kebutuhan Harian

Minggu, 06 September 2026 | 21:51:31 WIB

Kenali Perbedaan Cotton Combed 20s, 24s, dan 30s

Minggu, 06 September 2026 | 21:45:02 WIB

Bulog Tegaskan Penyaluran Bantuan Pangan Demi Pemerataan

Minggu, 06 September 2026 | 21:42:02 WIB

BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca Atasi Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 21:40:32 WIB