Bocoran iPhone 18: Harga, Kamera, hingga Layar Lipat

Jumat, 04 September 2026 | 06:17:01 WIB
Ilustrasi - iPhone 18. (Foto: NET)

JAKARTA — Menjelang acara peluncuran Apple yang dijadwalkan pada tanggal 9 September 2026, berbagai informasi dan bocoran mengenai spesifikasi iPhone 18 beredar semakin luas di tengah masyarakat. 

Mulai dari lonjakan estimasi harga pasar hingga penggunaan teknologi kamera mutakhir dengan bukaan variabel ala kamera DSLR profesional.

Berdasarkan laporan dari laman MacRumors pada Jumat, 4 September 2026, berikut merupakan tujuh poin utama yang paling banyak disorot terkait rumor harga serta spesifikasi perangkat terbaru tersebut:

Pertama, banderol harga untuk model iPhone 18 Pro dan Pro Max diprediksi mengalami lonjakan yang cukup tajam. 

Peningkatan biaya produksi komponen utama seperti ketersediaan RAM, kapasitas penyimpanan internal, serta fabrikasi chip A20 Pro disinyalir mampu mendorong kenaikan harga hingga mencapai US$300 atau setara dengan kisaran Rp5,3 juta apabila dibandingkan dengan seri generasi sebelumnya.

Kedua, kehadiran perangkat iPhone lipat pertama buatan Apple akhirnya dikabarkan akan segera terwujud pada tahun ini setelah bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi publik. 

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa ponsel inovatif tersebut berpotensi mengusung nama komersial "iPhone Ultra", dengan ukuran layar sekitar 5,5 inci ketika dilipat serta mampu membentang hingga seluas 7,8 inci saat dibuka secara penuh.

Ketiga, jadwal peluncuran produk tersebut dilaporkan bakal dipecah menjadi dua gelombang terpisah oleh pihak pabrikan. 

Varian iPhone 18 Pro, Pro Max, serta model lipat dijadwalkan untuk diperkenalkan terlebih dahulu pada agenda tanggal 9 September 2026, sementara lini reguler iPhone 18 beserta varian ekonomis iPhone 18e baru akan menyusul diperkenalkan pada periode musim semi 2027 guna meratakan angka penjualan tahunan.

Keempat, penggunaan chipset A20 yang dibangun di atas proses fabrikasi 2nm turut memberikan pengaruh besar terhadap pembengkakan biaya produksi. 

Peralihan teknologi ini diperkirakan menambah biaya sekitar US$35 atau setara Rp600 ribuan per unit prosesor, atau melonjak sekitar 70% dari harga awal berkisar US$50 atau Rp880 ribuan menjadi US$85 atau sekitar Rp1,5 juta, sehingga menjadi salah satu faktor pendorong utama kenaikan harga jual perangkat.

Kelima, ukuran modul Dynamic Island pada layar dikabarkan akan menyusut berkat penyempurnaan teknologi Face ID yang ditanamkan langsung di bawah panel layar. 

Pembaruan tata letak visual ini diproyeksikan menjadi salah satu pembeda desain paling mencolok apabila disandingkan secara langsung dengan pendahulunya dari lini seri iPhone 17 Pro.

Keenam, sektor fotografi pada kamera utama 48MP iPhone 18 Pro digadang-gadang bakal mengadopsi sistem iris mekanis yang dapat membuka serta menutup secara dinamis. 

Fitur ini dirancang untuk memberikan kontrol nyata terhadap pengaturan depth of field serta efek bokeh yang terasa jauh lebih natural dibandingkan bukaan tetap f/1.78 pada model-model sebelumnya, meskipun terdapat rumor yang menyatakan fitur ini mungkin bersifat eksklusif untuk varian Pro Max saja.

Ketujuh, aspek konektivitas dan kapasitas memori turut mendapatkan peningkatan signifikan melalui kehadiran modem C2 rancangan internal Apple yang dilengkapi fitur privasi bernama Limit Precise Location untuk membatasi akses data lokasi presisi oleh operator seluler. 

Perangkat ini juga diprediksi mendukung kecepatan jaringan mmWave 5G, integrasi chip Wi-Fi 7 buatan internal, serta sokongan RAM sebesar 12GB pada model Pro dan Pro Max yang memperkuat alasan para analis dalam merevisi naik proyeksi harga jualnya.

Sementara itu di pasar domestik Indonesia, kisaran harga penjualan untuk model iPhone 18 Pro diperkirakan berada di angka sekitar Rp24 juta per unit. 

Dengan nominal investasi yang cukup tinggi tersebut, pertimbangan masyarakat dalam membeli gawai pintar kini tidak lagi sekadar berfokus pada penawaran diskon potongan harga atau fasilitas bebas biaya pengiriman semata.

Nilai guna jangka panjang setelah produk berada di tangan konsumen mulai menjadi pertimbangan krusial, terlebih dengan tren pembelian gawai kelas atas yang kini mayoritas memanfaatkan skema cicilan bulanan. 

Situasi tersebut memicu risiko tambahan berupa beban biaya ganda apabila perangkat mengalami kerusakan fisik tatkala masa cicilan kredit masih berjalan.

Menanggapi kebutuhan rasa aman tersebut, sejumlah penyedia layanan ritel resmi mulai menawarkan nilai tambah berupa proteksi ekstra bagi para pembeli. Blibli misalnya, memberikan fasilitas perlindungan perangkat menyeluruh hingga durasi dua tahun tanpa tambahan biaya bagi setiap transaksi pembelian produk iPhone melalui platform mereka. 

Langkah serupa juga dihadirkan oleh Hello Store guna memastikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna setia ekosistem perangkat Apple di tanah air.

Perlindungan asuransi semacam ini dinilai sangat relevan mengingat perangkat komunikasi bernilai puluhan juta rupiah umumnya diandalkan untuk menunjang berbagai aktivitas harian yang padat. 

Kerusakan tak terduga yang terjadi pasca pembelian tentu berpotensi mendatangkan pengeluaran finansial ekstra yang kerap kali tidak dihitung secara matang oleh konsumen sejak awal kepemilikan.

Terkini

Dilepas Madrid Lewat Telepon, Ceballos Tantang Mantan

Jumat, 04 September 2026 | 06:20:02 WIB

Skenario Lolos Timnas U20 ke Piala Asia 2027

Jumat, 04 September 2026 | 06:18:32 WIB

Bocoran iPhone 18: Harga, Kamera, hingga Layar Lipat

Jumat, 04 September 2026 | 06:17:01 WIB

WBO Desak Sheeraz dan Zhanibek Segera Capai Kesepakatan Duel

Jumat, 04 September 2026 | 06:14:02 WIB