CUAN Bidik Pengendalian SINI dari Penginapan ke Tambang

Jumat, 04 September 2026 | 05:52:02 WIB
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tengah melakukan negosiasi intensif bersama para pemegang saham PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) guna mengambil alih kendali perseroan. 

Apabila kesepakatan tersebut tercapai, CUAN lewat entitas anaknya bakal bertindak sebagai pemegang saham terbesar serta mengendalikan manajemen, arah, dan kebijakan SINI.

Direktur Utama CUAN, Michael, menyatakan bahwa pembahasan tersebut meliputi aspek mekanisme, harga, sampai tenggat penyelesaian transaksi. 

Pada saat ini, CUAN melalui PT Kreasi Jasa Persada serta PT Petrosea Tbk. (PTRO) sudah menguasai kepemilikan langsung maupun tidak langsung sebanyak 27,78% saham SINI.

"Pada tanggal pengumuman ini diterbitkan, CUAN (melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk) telah memiliki, secara langsung maupun tidak langsung, sebesar 27,78% dari modal ditempatkan dan disetor SINI dan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI," ujar Michael dalam keterbukaan informasi pada hari Jumat (4/9/2026).

Rencana strategis ini menandai babak baru bagi SINI yang selama dua dekade terakhir melewati transformasi bisnis cukup drastis, bergeser dari penyedia jasa akomodasi menjadi emiten berportofolio pertambangan batu bara. 

Perjalanan tersebut bermula ketika PT Singaraja Putra didirikan pada tanggal 23 September 2005 dan mulai beroperasi komersial pada 2006 di sektor akomodasi dengan mengelola penginapan ekonomis Imperial Singaraja yang berlokasi di kawasan Lippo Cikarang, Bekasi.

Model bisnis perseroan terus berkembang seiring waktu. Memasuki tahun 2018, SINI melebarkan sayap portofolionya dengan mengakuisisi 54% saham PT Interkayu Nusantara (IKN) pada 26 Desember 2018. 

Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan industri kayu bahan bangunan yang berkedudukan di Curug, Kabupaten Tangerang, dengan fasilitas pabrik seluas kurang lebih 5 hektare. 

Masuknya IKN menjadikan sektor perkayuan sebagai motor kontributor pendapatan penting bagi SINI, bahkan menyumbang lebih dari 90% pendapatan konsolidasian menjelang penawaran umum perdana saham (IPO).

Setelah memperluas ekspansi ke sektor perkayuan, SINI mentransformasi status hukumnya dari perusahaan tertutup menjadi terbuka pada Agustus 2019, sebelum akhirnya resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2019. 

Dalam aksi IPO tersebut, perseroan menawarkan 175 juta saham baru seharga Rp108 per lembar dan meraup dana sekitar Rp18,9 miliar, dengan jumlah total pencatatan mencapai 450 juta saham serta tingkat kelebihan permintaan hingga 3,03 kali.

Perubahan struktur pengendali yang signifikan berikutnya terjadi pada November 2022 ketika konsorsium yang terdiri atas PT Autum Prima Indonesia, PT Basis Energi Prima, serta Batubara Development Pte. Ltd. masuk sebagai kelompok pengendali. 

Di balik kehadiran Basis Energi Prima terdapat nama pengusaha Hapsoro Sukmonohadi atau akrab disapa Happy Hapsoro, yang mengendalikan sebagian besar saham melalui PT Basis Utama Prima. 

Seiring berjalannya waktu, struktur kepemilikan saham tersebut kembali mengalami pergeseran lewat sejumlah transaksi jual beli saham hingga pertengahan 2025 dan Juli 2026.

Transformasi bisnis SINI semakin matang setelah perseroan merambah sektor pertambangan batu bara secara lebih luas. Portofolio pertambangan perseroan kini menaungi sejumlah entitas seperti PT Persada Kapuas Prima, PT Pasir Bara Prima, PT Pesona Bara Cakrawala, PT Cakrawala Bara Persada, serta PT Cristian Eka Pratama (CEP). 

Perubahan tersebut semakin diperkuat dengan masuknya PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang menyertakan modal sekitar Rp1,19 triliun melalui pelaksanaan rights issue pada Juli 2026, sekaligus merampungkan divestasi saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI.

Di tengah rangkaian transformasi bisnis yang masif tersebut, SINI kini memasuki fase baru di bawah bidikan konglomerat Prajogo Pangestu lewat CUAN. 

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir Juli 2026, PT Petrosea Tbk. (PTRO) tercatat sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 19,88%, disusul PT Autum Prima 16,99%, PT Kreasi Jasa Persada 7,90%, Ever Grace International 7,48%, serta Batubara Development 6,20%.

Melalui entitas anak usahanya, CUAN berkomitmen untuk melanjutkan proses negosiasi demi mewujudkan rencana pengambilalihan kendali secara utuh. 

Langkah strategis ini diharapkan mampu memperluas jaringan usaha, menambah aset grup, serta mendukung pencapaian visi jangka panjang perseroan untuk bertransformasi menjadi perusahaan pertambangan serta jasa penunjang yang terintegrasi penuh.

Terkini

Dilepas Madrid Lewat Telepon, Ceballos Tantang Mantan

Jumat, 04 September 2026 | 06:20:02 WIB

Skenario Lolos Timnas U20 ke Piala Asia 2027

Jumat, 04 September 2026 | 06:18:32 WIB

Bocoran iPhone 18: Harga, Kamera, hingga Layar Lipat

Jumat, 04 September 2026 | 06:17:01 WIB

WBO Desak Sheeraz dan Zhanibek Segera Capai Kesepakatan Duel

Jumat, 04 September 2026 | 06:14:02 WIB