Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.642 per Dolar AS Akhir Pekan Ini

Jumat, 04 September 2026 | 05:29:02 WIB
Nilai tukar rupiah. (Foto: NET)

JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan akhir pekan pada Jumat (4/9/2026) dengan mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Kenaikan mata uang Garuda ini terjadi sejalan dengan depresiasi dolar AS akibat para pelaku pasar yang mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Berdasarkan hasil analisis Doo Financial Futures, rupiah menyelesaikan sesi perdagangan dengan melonjak sebesar 0,21% atau mengalami apresiasi sebanyak 37 poin hingga bertengger di level Rp17.642 per dolar AS. 

Kinerja tangguh mata uang Garuda tersebut selaras dengan tren apresiasi yang dialami oleh sebagian besar mata uang di kawasan Asia.

Dolar Taiwan memimpin kenaikan terhadap dolar AS sebesar 0,42%, yang kemudian diikuti oleh won Korea Selatan yang menguat 0,28%, serta yuan China yang turut menguat sebesar 0,10%. 

Berikutnya, dolar Singapura terhadap dolar AS mengalami penguatan 0,02%, dan Rupee India terhadap dolar AS menguat 0,01%.

Di sisi lain, koreksi justru dialami oleh yen Jepang terhadap dolar AS yang melemah 0,31%, diikuti oleh peso Filipina yang turun 0,22%, serta ringgit Malaysia yang melemah 0,04%. 

Dolar Hong Kong terhadap dolar AS juga tercatat melemah 0,01%. Sementara itu, baht Thailand terpantau bergerak stagnan terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, berpandangan bahwa apresiasi rupiah terjadi seiring melemahnya dolar AS setelah para pelaku pasar memangkas ekspektasi terkait kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini menyusul pernyataan bernada dovish dari para pejabat Bank Sentral AS tersebut.

Dari kancah domestik, sentimen positif juga ikut ditopang oleh pernyataan Gubernur BI Damayanti yang memandang bahwa tingkat inflasi dalam negeri masih terkendali dengan baik, sembari menyerukan penguatan sinergi antara pihak pemerintah, Bank Indonesia, sektor dunia usaha, serta kalangan ekonom demi menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk perdagangan Senin [7/9] pekan depan, investor akan mengantisipasi rilis data cadangan devisa Indonesia," ujarnya, Jumat (4/9/2026). 

Kendati demikian, perhatian utama pasar pada malam ini terlebih dahulu tertuju pada publikasi data ketenagakerjaan penting milik AS, yakni Non-Farm Payrolls (NFP). Pergerakan nilai tukar rupiah untuk awal pekan depan diprediksikan akan berada pada kisaran rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Terkini

WBO Desak Sheeraz dan Zhanibek Segera Capai Kesepakatan Duel

Jumat, 04 September 2026 | 06:14:02 WIB

Tips Psikolog Atasi Kakak Adik Sering Bertengkar

Jumat, 04 September 2026 | 06:12:31 WIB

5 Warna Kutek Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Glowing

Jumat, 04 September 2026 | 06:11:01 WIB