SMRA Bidik Efek Domino LRT Manggarai-Kelapa Gading ke Properti

Kamis, 03 September 2026 | 02:48:01 WIB
PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) berpeluang memperoleh katalis positif seiring rencana peluncuran operasional LRT Jakarta rute Manggarai–Kelapa Gading yang dijadwalkan mengudara tahun ini. 

Ekspansi jaringan transportasi massal tersebut dijadikan momentum strategis guna mengoptimalkan konektivitas di kawasan Kelapa Gading yang sebelumnya telah terintegrasi.

Presiden Direktur SMRA Adrianto P. Adhi mengemukakan bahwa rencana tersebut selaras dengan langkah ekspansi perseroan di Kelapa Gading yang mengusung konsep integrated township

Saat ini, wilayah hunian yang dikembangkan Summarecon tersebut telah terhubung langsung dengan layanan LRT Jakarta melalui Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall, yang kian diperkuat lewat kemitraan naming rights bersama PT LRT Jakarta. 

"Pengembangan simpul transportasi yang dilakukan untuk memberikan alternatif mobilitas yang lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Kamis (3/9/2026).

Sebelumnya, SMRA juga tengah menggalakkan pengembangan kawasan terpadu Summarecon Bekasi agar terhubung langsung dengan jaringan KRL Commuter Line lewat Stasiun Bekasi Ekstensi. 

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendongkrak tingkat aksesibilitas publik serta memperlancar arus mobilitas penumpang menuju dan dari wilayah sekitar, melengkapi infrastruktur Flyover KH. Noer Ali yang dibangun bersama Pemerintah Kota Bekasi. 

Stasiun Bekasi Ekstensi difokuskan untuk melayani mobilitas masyarakat dari sektor barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting melayani arus dari arah utara dan timur.

Sementara itu, di wilayah Bandung, integrasi kawasan Summarecon Bandung semakin solid berkat sokongan jaringan Kereta Cepat Whoosh. 

Stasiun Tegalluar Summarecon terhubung langsung dengan kawasan melalui Jembatan Cibiru Hilir serta fasilitas layanan shuttle bus. Kolaborasi melalui naming rights juga menjadi salah satu strategi sinergi guna mempererat keterhubungan antara simpul moda transportasi dan kawasan komersial.

Di sisi lain, untuk wilayah Tangerang, pihak Summarecon turut menjajaki potensi konektivitas dengan rencana pembangunan MRT Jakarta Koridor Timur–Barat, khususnya pada koridor Kembangan–Balaraja. 

Wilayah Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang masuk ke dalam cakupan penjajakan integrasi tersebut. Apabila terealisasi, jaringan MRT ini diyakini mampu memperkokoh jalur penghubung antara Jakarta Barat dan Tangerang hingga menjangkau pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten. 

Dampak positifnya tidak sebatas pada kelancaran mobilitas warga, tetapi juga membuka aksesibilitas yang lebih luas ke kawasan hunian, sentra bisnis, pusat perniagaan, hingga fasilitas umum.

Melalui jaringan transportasi yang kian terintegrasi secara menyeluruh, kawasan yang telah ditopang basis hunian serta komersial matang berpeluang meraup tingkat aksesibilitas yang jauh lebih luas. Pada saat bersamaan, masyarakat dapat menikmati alternatif moda transportasi yang kian efektif untuk menunjang rutinitas sehari-hari.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, SMRA mencatatkan perolehan pendapatan neto senilai Rp4,25 triliun, mengalami penurunan dari Rp4,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau terkoreksi sekitar 7,2% secara tahunan. 

Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp332,39 miliar, merosot dari pencapaian Rp503,51 miliar pada semester I/2025 atau menyusut sebesar 34% secara tahunan.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum dapat memastikan jadwal pasti peresmian operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. 

Berdasarkan keterangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pihaknya masih intensif melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat agar proyek infrastruktur transportasi sepanjang 12,2 kilometer tersebut dapat segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Terkini