IHSG Ditutup Menguat 1,09% Ditopang Saham BBCA hingga ASII

Kamis, 03 September 2026 | 01:07:32 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan penguatan pada penutupan perdagangan hari Kamis (3/9/2026). Kenaikan indeks komposit ini didukung penuh oleh pergerakan positif jajaran saham berkapitalisasi pasar besar yang kompak berakhir di zona hijau.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG tercatat menguat sebesar 1,09% atau bertambah 72,11 poin ke level 6.667,89. Aktivitas perdagangan menunjukkan ada 415 saham yang menguat, 228 saham melemah, serta 320 saham stagnan.

Sejumlah saham unggulan yang mendongkrak laju indeks meliputi BBCA yang naik 1,50% menjadi Rp6.775, BBRI menguat 0,59% ke Rp3.410, DCII bertambah 0,47% ke Rp201.000, dan BYAN terkerek 0,91% ke Rp13.825. 

Penguatan serupa juga dialami BREN yang naik 0,30% ke Rp3.360, BMRI menguat 2,29% ke Rp4.460, AMMN naik 3,75% ke Rp4.430, TLKM bertambah 0,39% ke Rp2.600, DSSA mengerek posisi 1,72% ke Rp1.185, hingga ASII yang ditutup melesat 4,34% ke level Rp5.050.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta mengungkapkan bahwa dinamika pasar yang mengiringi langkah IHSG dipengaruhi perpaduan faktor dari dalam dan luar negeri. 

Dari ranah domestik, terjaganya inflasi periode Agustus 2026 sesuai target serta surplus neraca perdagangan memberikan sokongan yang kuat bagi IHSG. 

Meski demikian, tekanan dari faktor eksternal masih membayangi, terutama akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta ketegangan di Selat Hormuz yang berisiko menahan harga minyak tetap tinggi.

"Kondisi tersebut dapat kembali memicu kekhawatiran inflasi global dan membuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama," ujar Nafan dalam laporan riset hariannya, Kamis (3/9/2026).

Selain itu, para pelaku pasar di dalam negeri juga turut memantau rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat pada Jumat (4/9) serta data inflasi AS yang dijadwalkan terbit pekan depan. 

Kedua data penting tersebut dinilai mampu menentukan arah ekspektasi tingkat suku bunga bank sentral AS (The Fed) sekaligus memengaruhi tingkat volatilitas IHSG dalam rentang waktu jangka pendek.

Terkini

Pelni Angkut 34,8 Ton Bantuan Gempa NTT

Kamis, 03 September 2026 | 02:38:02 WIB

Cara Membuat Teri Lado Mudo Khas Riau yang Gurih dan Pedas

Kamis, 03 September 2026 | 02:35:01 WIB

Cara Membuat Sayur Asem Bening yang Praktis dan Segar

Kamis, 03 September 2026 | 02:27:01 WIB