Gubernur BI Puji Inflasi dan Defisit Fiskal RI Ungguli Vietnam

Kamis, 03 September 2026 | 00:38:32 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (Foto: NET)

JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengajak semua elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional, sebab posisinya dinilai lebih tangguh jika disandingkan dengan negara-negara sebanding. 

Sebagai contoh, saat disandingkan dengan Vietnam, Indonesia memiliki keunggulan pada beberapa indikator penting.

Destry secara terbuka menyampaikan bahwa tingkat ekspansi ekonomi Indonesia (5,29% pada kuartal II/2026) memang masih berada di bawah pencapaian Vietnam (8,2% pada kuartal II/2026). Walau demikian, fondasi makroekonomi dalam negeri dinilai berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil serta terkelola dengan baik.

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi, ya kami mungkin kalah sama Vietnam, tapi kan karakter kami beda dengan kayak Vietnam ya, kompleksitas juga masih beda," ungkap Destry dalam Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Tokoh pemimpin perempuan utama di bank sentral ini memaparkan bahwa tingkat inflasi terbaru di Vietnam tercatat bertengger pada posisi 4,45%. Angka tersebut jauh lebih tinggi apabila disetarakan dengan tingkat inflasi Indonesia yang terkendali pada kisaran 3,19% sepanjang Agustus 2026.

Selain itu, beliau turut membandingkan rasio pelemahan fiskal dari kedua negara. Tercatat bahwa defisit fiskal Indonesia hanya berada di angka 2,8% terhadap PDB pada tahun 2025, sementara defisit fiskal Vietnam membengkak hingga menyentuh level 3,6% pada tahun yang sama.

Kendati struktur fondasi makroekonomi tampak kokoh, Destry mengakui bahwa mesin penggerak perekonomian nasional saat ini belum bekerja pada titik efisiensi maksimalnya (optimum level). 

Dinamika tantangan global serta domestik yang kian kompleks menuntut adanya koordinasi kebijakan lintas sektor yang jauh lebih erat dan terpadu.

Maka dari itu, beliau kembali menekankan pentingnya gagasan 'Sinergi Merah Putih' sebagai langkah strategis utama guna memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi ke depan tanpa harus mengorbankan stabilitas makro.

"Mari kami bergandengan tangan, kami bergerak bersama-sama dengan kekuatan masing-masing, kami saling melengkapi, menuju satu tujuan yang sama. Jadi menurut saya, Sinergi Merah Putih itu adalah sesuatu yang harus kami lakukan ke depannya," tutup Destry.

Terkini