Destry Dilantik Jadi Gubernur BI Hari Ini, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Rabu, 02 September 2026 | 08:28:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Tak sendiri, Destry akan dilantik bersamaan dengan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Ketiganya telah melewati proses fit and proper test di DPR pekan lalu dan resmi disetujui dalam Rapat Paripurna pada Senin (1/9/2026), sehari sebelum pelantikan.

Mengapa Stabilitas Jadi Prioritas Utama?

Pesan pertama yang disampaikan Destry setelah disetujui DPR cukup jelas: ekonomi global belum stabil. Ia menilai ketidakpastian dari luar negeri masih menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi bank sentral lima tahun ke depan.

"Kalau kita lihat global, ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita," ujar Destry seusai Rapat Paripurna DPR.

Menurutnya, hanya dengan ekonomi yang stabil Indonesia bisa menciptakan iklim kondusif untuk tumbuh lebih cepat. Karena itu, pengendalian inflasi dan nilai tukar rupiah akan menjadi medan tempur utama.

"Karena kalau ekonomi kita stabil, kita juga bisa terus menjaga nilai tukar stabil, inflasi stabil, tentu itu kan akan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk nanti ekonomi kita bisa tumbuh lagi," tegasnya.

Apa yang Tidak Akan Berubah dari Kebijakan BI?

Destry memberikan sinyal bahwa arah kebijakan moneter ke depan tidak akan banyak berubah dari periode sebelumnya. Ia menyebut stance kebijakan yang ada saat ini masih relevan untuk menghadapi guncangan ekonomi global.

"Jadi, stance tetap sama ya, bahwa stabilitas tetap dalam kondisi seperti sekarang ketidakpastian global masih tinggi, maka stabilitas tetap menjadi kunci bagi kami," katanya.

Pernyataan ini bisa dibaca sebagai jaminan kontinuitas bagi pelaku pasar. Para investor dan pelaku usaha yang selama ini mengandalkan prediktabilitas kebijakan BI diharapkan tak perlu khawatir akan perubahan drastis dalam pengelolaan moneter.

Dengan dilantiknya trio kepemimpinan baru ini, BI memasuki era baru dengan beban berat: menjaga kepercayaan pasar di tengah ekonomi dunia yang masih diliputi awan gelap. Tugas utama mereka bukan sekadar meneruskan estafet, tapi memastikan fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh menghadapi badai yang belum reda.

Terkini