Kunjungan Wisman ke Bali Mulai Naik Tahunan pada Juli 2026

Selasa, 01 September 2026 | 03:50:32 WIB
Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali melaporkan bahwa volume kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) secara langsung ke Pulau Dewata dalam basis perbandingan tahun ke tahun (year on year / yoy) baru mulai menunjukkan tren kenaikan pada Juli 2026.

“Selama tahun 2026, hanya di bulan Februari dan bulan Juli yang kami mengalami peningkatan secara year on year atau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, jadi di bulan-bulan Maret, April, Mei, Juni itu tingkat kunjungan kami masih lebih rendah dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan.

Agus Gede menerangkan di Denpasar, Selasa, bahwa total kunjungan wisman pada Juli 2026 lalu menyentuh angka 697.809 kunjungan atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,10 persen secara tahunan. Ia menilai kondisi tersebut mempunyai potensi untuk terus merangkak naik hingga penghujung tahun asalkan tidak terganggu oleh faktor-faktor eksternal global.

"Untuk bulan Juli 2026 itu pariwisata kami mulai memasuki puncaknya, high bahkan peak season, karena di beberapa negara asal wisman mencatatkan terjadinya hari libur," ujarnya.

Pihak BPS Bali memandang bahwa penurunan jumlah kunjungan yang sempat terjadi sepanjang periode Maret hingga Juni dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya dinamika situasi geopolitik dunia serta adanya gangguan operasional penerbangan.

"Kalau kemarin kan ada perang dan segala macam itu ya, itu juga menjadi salah satu penyebab penurunan, kan ada pembatalan penerbangan," ucap Agus Gede.

Walaupun sempat menghadapi berbagai kendala, BPS Bali tetap menaruh optimisme tinggi bahwa tren kunjungan pelancong asing bakal konsisten membaik sampai akhir tahun dengan catatan situasi eksternal tetap berada dalam kondisi yang kondusif.

"Mudah-mudahan mulai Agustus ini sampai dengan nanti Desember, tingkat kunjungan kami terus meningkat dan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, paling tinggi itu biasanya memang di Agustus-September, kemudian dia akan melandai lagi di akhir tahun," tuturnya.

Lebih lanjut, catatan BPS Bali menunjukkan adanya lonjakan kunjungan jika dilihat dari perbandingan bulanan (month to month / mtm). Total 697.809 kunjungan pada Juli 2026 tersebut tercatat meningkat sebesar 15,34 persen apabila dikomparasikan dengan data Juni 2026.

Berdasarkan identifikasi paspor, warga negara Australia menduduki peringkat teratas dengan catatan 174.539 kunjungan (25,01 persen), diikuti oleh wisatawan asal Tiongkok sebanyak 59.029 kunjungan (8,46 persen), India sejumlah 39.624 kunjungan (5,68 persen), Prancis sebanyak 34.826 kunjungan (4,99 persen), serta Inggris sebanyak 31.667 kunjungan (4,54 persen).

Ditinjau dari pembagian wilayah kawasan asal, pelancong dari benua Eropa menyumbangkan angka terbanyak yakni 200.182 kunjungan, yang disusul oleh kawasan Oseania sebanyak 195.481 kunjungan.

Kendati memperlihatkan grafik yang positif dalam basis tahunan dan bulanan, Agus Gede tak menampik bahwa tren tersebut masih berbanding terbalik jika disandingkan dengan kalkulasi secara kumulatif.

Sepanjang rentang kumulatif Januari sampai Juli 2026, total kunjungan wisman ke Bali baru mencapai 3.900.965 kunjungan, yang mana angka ini masih mengalami koreksi turun sebesar 1,98 persen apabila disetarakan dengan kurun waktu yang sama pada tahun 2025.

"Meski demikian sekarang justru lebih bagus karena sebelumnya turunnya lebih besar, kalau sekarang kan secara kumulatif turunnya 1,98 persen, harapannya ke depan terus mengalami peningkatan sehingga secara kumulatif juga mengalami peningkatan," ujar Agus Gede.

Seiring dengan gelombang kedatangan wisman yang kian masif, BPS Bali turut memantau pergerakan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada hotel-hotel berbintang di Bali selama Juli 2026 yang berada di angka 67,29 persen, atau mengalami kenaikan sebesar 2,42 persen poin dari bulan sebelumnya.

Tingkat okupansi paling tinggi tercatat di sektor hotel bintang lima yang mencapai 74,45 persen, sementara lonjakan signifikan paling besar terjadi pada hotel bintang empat dari posisi 60,95 persen naik menjadi 65,42 persen.

"Ini juga secara tidak langsung menunjukkan daya beli orang yang menginap di hotel karena pilihan hotelnya atau tingkat penghunian kamarnya lebih dominan di bintang 4 dan bintang 5, mudah-mudahan ini memberikan kontribusi yang relatif baik bagi perekonomian Bali," katanya.

Terkini

Permata: Impor Tinggi Bayangi Surplus Neraca Dagang RI

Selasa, 01 September 2026 | 05:31:02 WIB

Chandra Asri (TPIA) Ekspansi Bisnis Logistik Pelabuhan

Selasa, 01 September 2026 | 05:28:01 WIB

Danamon: Inflasi RI Masih Terjaga Meski Tekanan Pangan Naik

Selasa, 01 September 2026 | 05:25:02 WIB

Cegah Kecelakaan Besar, Pertamina NRE Perkuat Budaya K3

Selasa, 01 September 2026 | 05:23:31 WIB