Pentingnya Edukasi Kesehatan Sekolah untuk Bentuk Generasi Sehat

Selasa, 01 September 2026 | 00:11:31 WIB
Sesi diskusi dalam kegiatan Kick Off Edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) Healthy School [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai pembiasaan hidup bersih dan sehat lewat jalur edukasi berbasis institusi pendidikan krusial guna mencetak generasi yang sehat, cerdas, energik, serta peduli kelestarian lingkungan sejak masa kanak-kanak.

Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen Dr. Maulani Mega Hapsari menuturkan bahwa penyuluhan seputar kebersihan dan kesehatan mampu menjadi pondasi kokoh dalam membangun karakter anak didik sekaligus menyokong lahirnya generasi yang unggul.

“Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas,” ujarnya pada kegiatan Kick Off Edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) Healthy School di SMPN 73 Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut pandangan Maulani, inisiatif tersebut turut bersesuaian dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi salah satu titik fokus Kemendikdasmen. Dirinya menaruh harapan agar praktik positif dalam program ini dapat terus berlanjut, diperluas jangkauannya, serta direplikasi ke berbagai institusi pendidikan lainnya.

Rangkaian Program Anak KAO 2026 menitikberatkan porsi pada pembiasaan pola hidup bersih serta sehat, manajemen siklus menstruasi, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pemilahan limbah kemasan, hingga upaya memberantas aksi perundungan di lingkungan sekolah.

Presiden Direktur Kao Indonesia Shoichi Hasegawa memaparkan bahwa pemilihan topik kesehatan, kebersihan, serta lingkungan hidup ini merupakan esensi dari komitmen perseroan dalam menanamkan kebiasaan positif agar diaplikasikan anak-anak dalam rutinitas harian mereka.

“Sepuluh tahun merupakan perjalanan yang tidak singkat bagi kami. Selama satu dekade, komitmen Kao Indonesia melalui program Anak KAO terus diwujudkan secara berkelanjutan untuk bersama-sama membentuk generasi masa depan yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa program tersebut bakal terus dimatangkan agar cakupan manfaat edukasinya tidak berhenti sekadar pada aktivitas formal di sekolah, melainkan dapat dipraktikkan langsung oleh para pelajar baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing.

Di sisi lain, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan dr. Niken Wastu Palupi menyebutkan bahwa sinergi dengan sektor swasta sangat dibutuhkan guna mengakselerasi kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), terkhusus pada level satuan pendidikan.

“Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa,” katanya.

Kemenkes juga mengoptimalkan program Trias UKS yang disokong oleh jaringan puskesmas setempat, mencakup aspek penyuluhan kesehatan, dorongan aktivitas fisik, pembiasaan cuci tangan menggunakan sabun, hingga pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala.

Sejak pertama kali digulirkan pada 2016 silam, Program Anak KAO tercatat telah merangkul lebih dari 52.000 pelajar yang tersebar di 257 sekolah pada berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Memasuki tahun 2026, program ini mematok target sasaran untuk menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 instansi pendidikan tingkat SD dan SMP yang mencakup kawasan Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Terkini