Muhammadiyah Sapa Pengurus Baru PBNU: Gus Kikin dan Miftachul Akhyar, Ini Harapannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:44:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Kepengurusan baru PBNU untuk masa khidmat 2026-2031 telah terbentuk. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Kikin, dipercaya memimpin organisasi, sementara KH Miftachul Akhyar kembali menjabat sebagai Rais Aam. Momen ini langsung mendapat respons dari pimpinan Muhammadiyah.

Harapan dari Yogyakarta untuk Jombang

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, menyampaikan apresiasinya lewat keterangan tertulis pada Senin (31/8). Ia menekankan pentingnya PBNU yang baru untuk menjalankan amanah dan menuntaskan keputusan-keputusan yang lahir dari Muktamar ke-35.

"Semoga kepengurusan PBNU dapat berjalan dengan baik dan sukses melaksanakan keputusan-keputusan Muktamar Ke-35 NU," ujarnya.

Baginya, kepengurusan baru ini memiliki pekerjaan rumah besar: memperkuat ukhuwah dan kerja sama dengan seluruh elemen bangsa, termasuk ormas keagamaan lain.

"Harapannya, PBNU hasil Muktamar ke-35 dapat meningkatkan ukhuwah dan kerja sama dengan seluruh ormas keagamaan dan kemasyarakatan secara lebih baik untuk kemaslahatan umat dan bangsa," jelas Haedar yang juga Guru Besar UMY ini.

Mengapa Respons Ini Penting?

Hubungan antara NU dan Muhammadiyah memang selalu dinantikan publik. Dua ormas ini adalah kekuatan Islam terbesar di Indonesia yang pengaruhnya melampaui urusan keagamaan, menyentuh sosial dan kebangsaan.

Sikap saling menghormati yang ditunjukkan pimpinan Muhammadiyah ini menjadi sinyal positif. Haedar bahkan menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk bersinergi dengan berbagai elemen bangsa demi kemajuan Indonesia.

Muktamar 35 NU dan Hasilnya

Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ajang ini menjadi penentu arah organisasi untuk lima tahun ke depan.

Keputusan penting lahir dari musyawarah sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Mereka sepakat menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum dan memilih kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.

Sebelumnya, nama Gus Kikin memang menonjol. Ia meraih suara terbanyak dalam penjaringan lima calon ketua umum dengan 472 suara, sebuah modal besar sebelum akhirnya ditetapkan secara mufakat.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, mata publik kini tertuju pada langkah awal kolaborasi dua ormas besar tersebut. Ucapan selamat dari Muhammadiyah menjadi pembuka yang hangat untuk periode kepengurusan yang baru.

Terkini