Deretan Saham Penopang IHSG Sepekan: EMAS, BRMS, dan DSSA Pimpin

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:42:02 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA — Sejumlah saham berkapitalisasi besar mendominasi daftar penopang utama (top leaders) di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 24—28 Agustus 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) berada di posisi terdepan sebagai penahan utama lewat lonjakan harga 17,72% serta memberikan kontribusi positif sebesar 13,03 poin bagi pergerakan IHSG.

Posisinya kemudian diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang melesat 7,91% dengan sumbangsih 8,18 poin, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 9,05% dan menyumbang 8,15 poin.

Dua saham perbankan berkapitalisasi jumbo turut menjadi penyangga indeks, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan kontribusi 2,45 poin terhadap laju indeks dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar 2,21 poin.

Saham lain yang ikut menahan laju penurunan IHSG di antaranya PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) yang menyumbang kontribusi positif 6,44 poin, dilanjutkan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) sebesar 3,08 poin.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) turut menyumbang 2,42 poin, disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar 2,15 poin, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) senilai 1,69 poin.

Dukungan jajaran saham ini berhasil meredam penurunan IHSG yang ditutup melemah tipis 0,12% ke level 6.518,12 dari posisi 6.525,69 pada pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan penurunan indeks turut memicu penyusutan kapitalisasi pasar bursa sebesar 0,16% menjadi Rp11.431 triliun dari pekan sebelumnya yang sebesar Rp11.449 triliun.

“Rata-rata nilai transaksi harian bursa juga mengalami perubahan yaitu sebesar 1,84% menjadi Rp15,29 triliun dari Rp15,57 triliun pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Secara operasional, rata-rata volume transaksi harian melorot 28,33% menjadi 36,05 miliar lembar saham dari 50,30 miliar lembar. Sementara itu, frekuensi transaksi harian terkoreksi 2,64% menjadi 2,15 juta kali transaksi.

Adapun pada perdagangan Jumat (28/8/2026), investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp482,24 miliar. Secara akumulatif, total net sell pemodal asing sepanjang tahun berjalan 2026 telah menyentuh Rp70,36 triliun.

Terkini