KKI 2026: UMKM Jatim Kantongi Komitmen Bisnis Rp19,4 Miliar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:39:01 WIB
Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebanyak lima dari sembilan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur yang berpartisipasi dalam agenda business matching pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 berhasil menyepakati penandatanganan letter of intent (LoI) dengan nilai total mencapai Rp19,4 miliar.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menyampaikan bahwa dukungan terhadap perluasan jangkauan pasar serta akses pembiayaan diwujudkan melalui kegiatan business matching yang diselenggarakan sepanjang KKI 2026 pada 20–23 Agustus 2026.

“Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses UMKM binaan KPwBI Jawa Timur terhadap calon mitra usaha dan pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat peluang pengembangan usaha melalui kemitraan dan perluasan jaringan bisnis,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, angka penjualan UMKM Wastra dan Laras Nusantara berhasil tumbuh hingga 228%. KPwBI Jawa Timur turut mengambil bagian dalam pameran showcase UMKM KKI 2026, baik via pameran online, Wastra Nusantara, Camilan Nusantara, maupun beragam area pameran lainnya. 

Sebanyak 65 UMKM binaan dan mitra KPwBI Jawa Timur berpartisipasi dalam pameran daring yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 30 Agustus 2026 melalui situs resmi KKI.

Sementara itu, pada pameran tatap muka yang digelar 20 hingga 23 Agustus 2026, KPwBI Jawa Timur menyertakan 7 UMKM Wastra dan Laras Nusantara penyedia produk ready to wear, 6 UMKM produk makanan dan minuman, serta 4 UMKM produk dekorasi rumah yang dipajang di Rumah Nusantara.

Tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara yang tampil tersebut meliputi Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika. Dari ketujuh UMKM tersebut, total transaksi penjualan selama KKI 2026 menembus Rp4,33 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibanding capaian 2025 sebesar Rp1,34 miliar, atau mencatatkan kenaikan penjualan sekitar 228%.

Lonjakan tersebut salah satunya didorong oleh meningkatnya jumlah UMKM yang lolos tahap kurasi KKI, ketersediaan varian produk yang makin beragam, serta pengembangan lini produk ready to wear bertema modern yang mampu menjangkau berbagai lapisan konsumen.

Di samping itu, ia menegaskan bahwa langkah promosi yang dijalankan UMKM berlangsung kian masif, terutama kepada pelanggan lama maupun prospek konsumen baru. Capaian ini menjadi sinyal positif atas menguatnya daya saing produk UMKM asal Jawa Timur, khususnya di sektor wastra dan fesyen, dalam meraih segmen pasar yang lebih luas.

Rangkaian acara KKI 2026 resmi ditutup melalui Closing Ceremony pada 23 Agustus 2026. Salah satu momen krusial pada kegiatan penutupan tersebut adalah kesempatan bagi Batik Tuban Lockan, yang merupakan UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, untuk berkolaborasi dengan perancang fesyen nasional Danjyo Hiyoji dalam peragaan Swarna Nusantara.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari langkah memperluas jangkauan publikasi serta mendongkrak nilai tambah produk wastra daerah lewat kolaborasi bersama industri fesyen nasional. Ajang Swarna Nusantara pada KKI 2026 sendiri berperan sebagai wadah mempertemukan potensi wastra daerah dengan daya cipta perancang busana tingkat nasional.

Ia meyakinkan bahwa partisipasi UMKM binaan KPwBI Jawa Timur dalam KKI 2026 membuktikan bahwa penguatan kapasitas, inovasi produk, perluasan akses pasar, serta kolaborasi lintas sektor merupakan elemen kunci dalam mendorong UMKM untuk naik kelas.

KKI 2026, yang menjadi ajang sinergi penguatan UMKM nasional ini, membukukan total penjualan sebesar Rp177,21 miliar hingga 23 Agustus 2026. Transaksi business matching (BM) ekspor mencatatkan nilai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. 

Sementara itu, BM pembiayaan menyentuh angka Rp285 miliar atau melambung 30,3% jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir.

KKI tidak hanya menjadi panggung promosi dan jual-beli, melainkan bagian dari ekosistem pengembangan UMKM untuk mengasah kapasitas dan inovasi, memperluas jangkauan pasar dan pembiayaan, serta memacu UMKM naik kelas. Gelaran KKI 2026 ini juga disokong oleh 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, pelaku industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Pengasahan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM ditopang oleh jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan 5 Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

Terkini